Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menko Pangan Tinjau Program MBG di Smamsatu Gresik, Apresiasi Keberanian dan Nalar Kritis Siswa

Iklan Landscape Smamda
Menko Pangan Tinjau Program MBG di Smamsatu Gresik, Apresiasi Keberanian dan Nalar Kritis Siswa
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berdialog dengan siswa Smamsatu Gresik. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu), Rabu (28/1/2026).

Kunjungan ini dalam rangka meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus berdialog langsung dengan para siswa. Juga bagian dari upaya pemerintah memastikan pemerataan akses gizi bagi pelajar sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Hingga awal 2026, program MBG ditargetkan menjangkau 82 juta penerima, namun masih terdapat sekitar 22 juta sasaran yang belum terlayani secara optimal, termasuk sebagian sekolah menengah.

Dalam sesi dialog, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas, memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pandangan dan pertanyaan secara langsung.

Awalnya, protokol hanya mempersilakan satu perwakilan siswa, namun antusiasme tinggi membuat lima siswa secara spontan maju ke depan.

Melihat keberanian tersebut, Zulhas memberikan apresiasi. “Pantas saja disebut sebagai salah satu SMA terbaik. Anak-anaknya berani dan percaya diri,” ujarnya.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Zulhas mengajukan pertanyaan terkait persoalan harga pangan, khususnya fluktuasi harga cabai yang kerap menjadi isu sensitif di masyarakat. Pertanyaan tersebut dijawab oleh Sava Al Qortun, siswi kelas XII jurusan Sosial Humaniora.

Dengan penjelasan yang sistematis, Saya menguraikan faktor-faktor penyebab naik-turunnya harga cabai, mulai dari rantai distribusi, kondisi cuaca, hingga dampak gagal panen. Jawaban tersebut mendapat respons positif dari Menko Pangan.

“Jawabannya runtut dan masuk akal. Ini menunjukkan anak-anak kita sudah memiliki pemahaman ekonomi kerakyatan sejak di bangku sekolah,” kata Zulhas.

Dia menilai, keberanian siswa Smamsatu dalam menyampaikan pendapat mencerminkan keberhasilan pendidikan karakter yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga melatih kepercayaan diri dan daya kritis.

Menurutnya, kecerdasan tanpa keberanian tidak cukup untuk mendorong perubahan sosial. “Orang pintar tanpa keberanian tidak akan membawa perubahan,” tegasnya di hadapan para siswa dan guru.

Sebagai bentuk apresiasi, Zulhas menyerahkan hadiah berupa tablet kepada lima siswa yang aktif berdialog.

Namun ia menekankan bahwa nilai terpenting dari pertemuan tersebut bukanlah hadiah, melainkan keberanian berpikir dan berbicara di ruang publik.

Menko Pangan Tinjau Program MBG di Smamsatu Gresik, Apresiasi Keberanian dan Nalar Kritis Siswa
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama guru dan siswa Smamsatu Gresik. Foto: Istimewa

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah di sektor pangan. Selain program MBG, pemerintah tengah mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembentukan dan pengaktifan sekitar 80.000 koperasi desa.

Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan semangat keberpihakan kepada masyarakat kecil dan bertujuan memutus mata rantai ekonomi yang selama ini didominasi oleh segelintir pelaku besar.

“Kita ingin pasar lebih adil. Negara harus hadir agar petani, nelayan, dan masyarakat desa tidak terus dirugikan,” ujarnya.

Zulhas menyebut, filosofi keberpihakan tersebut selaras dengan nilai-nilai Al-Maun yang diajarkan KH. Ahmad Dahlan, yakni membela kelompok lemah melalui sistem yang berkeadilan.

Meski Smamsatu dikenal sebagai sekolah unggulan dengan ekosistem pendidikan yang progresif, sekolah ini masih tercatat sebagai salah satu calon penerima program MBG secara menyeluruh. Kondisi tersebut mencerminkan tantangan pemerataan pembangunan gizi nasional yang masih harus diselesaikan pemerintah.

Kunjungan Menko Pangan ke Smamsatu tidak hanya menjadi etalase program negara, tetapi juga memperlihatkan potensi besar generasi muda yang telah dibekali nalar kritis dan keberanian berpendapat.

Hari itu di Gresik, pemerintah berbicara tentang pemenuhan gizi di piring makan, sementara Smamsatu menunjukkan bahwa keberanian berpikir dan berbicara telah lebih dulu tumbuh di kepala para siswanya—sebuah aset jangka panjang yang nilainya jauh melampaui program apa pun. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu