
PWMU.CO – Suasana hangat dan penuh semangat terasa di ruang karawitan SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A pada Rabu sore, (23/04/2025). Klub karawitan sekolah tersebut, yang dikenal dengan nama Mentari Budaya, kembali menerima kunjungan istimewa dari warga negara asing (WNA). Kali ini, yang datang adalah Dokter Frouke van Ousterhout, mahamurid kedokteran asal Belanda yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Surabaya (Ubaya).
Dalam kesempatan tersebut, Frouke tampak antusias mengikuti latihan bersama para murid SD Mugres yang menjadi anggota Mentari Budaya. Didampingi oleh pelatih karawitan Rijal Faris ZAW dan M. Zainal Fanani, ia belajar memainkan gamelan di tengah kehangatan dan kekompakan para anggota Klub Mentari Budaya.
“I really enjoyed making karawitan music with the children. (Saya benar-benar menikmati membuat musik karawitan bersama anak-anak),” ujar Frouke.
“While we don’t speak the same language we were still able to connect through making music together. (Meskipun kami tidak berbicara dalam bahasa yang sama, kami tetap bisa terhubung melalui permainan musik bersama),” tuturnya.

Frouke menyatakan kekagumannya pada suara alat musik tradisional Jawa ini saat dimainkan.
“It was special to be part of something that’s such an important part of the culture here, even if just for a moment. The sound of the gamelan I played was very beautiful. (Sungguh istimewa bisa menjadi bagian dari sesuatu yang sangat penting dalam budaya di sini, meskipun hanya sebentar. Suara gamelan yang saya mainkan terdengar sangat indah,” ungkapnya.
Karawitan: Seni Tradisonal Indonesia

Frouke merupakan satu dari beberapa tamu mancanegara yang pernah belajar karawitan di SD Mugres. Sebelumnya, sekolah yang terletak di Jalan KH Kholil 90 Gresik, Jawa Timur ini juga pernah menerima Klaudia Sulej, seorang guru pendidikan dasar dari Polandia. Klaudia terlibat dalam program kunjungan edukasi dan menyempatkan diri belajar memainkan gamelan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Tak hanya itu, SD Mugres juga pernah menjadi tempat kunjungan budaya bagi rombongan tamu dari SRI Seremban Malaysia, yang terdiri atas para guru, wali murid, dan pengurus komite sekolah. Dalam kunjungan tersebut, para tamu diajak untuk mengenal lebih dekat alat-alat gamelan, menyaksikan penampilan para murid, bahkan mencoba langsung memainkan beberapa instrumen. Kegiatan ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para tamu dan mempererat hubungan antarsekolah lintas negara.
Menurut Kepala SD Mugres Kampus A, Luluk Subaidah, kehadiran para tamu dari luar negeri yang belajar karawitan adalah bentuk nyata pengakuan terhadap kekayaan seni tradisional Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa budaya Indonesia, khususnya seni karawitan, memiliki daya tarik universal. Kami sangat bangga karena SD Mugres dapat menjadi bagian dalam memperkenalkan budaya bangsa kepada dunia,” ungkap Luluk kepada kontributor PWMU.CO.
Ia menambahkan bahwa melalui Klub Mentari Budaya, murid tidak hanya diajarkan cara memainkan gamelan, tetapi juga diajak untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur. Klub ini rutin mengadakan pelatihan dan tampil dalam berbagai acara, baik di dalam maupun luar sekolah.
Kegiatan pembelajaran lintas budaya seperti ini diharapkan terus berlanjut, sebagai bentuk kontribusi pendidikan dasar terhadap diplomasi budaya dan penguatan karakter murid.
“Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang terbuka terhadap perbedaan, namun tetap berakar kuat pada budaya sendiri,” pungkas Luluk. (*)
Penulis Abizar Purnama Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments