Rakornas Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah 2026 di Makassar menegaskan komitmen menuju pendidikan unggul, berkarakter, dan berkemajuan.
Forum nasional yang digelar selama tiga hari, Jumat–Ahad (13–15/2/2026) ini menjadi ajang konsolidasi strategis bagi jajaran Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah ke depan.
Ratusan peserta yang terdiri atas pimpinan wilayah dan daerah Majelis Dikdasmen dan PNF dari seluruh Indonesia hadir untuk menyelaraskan program, memperkuat tata kelola, serta memastikan transformasi pendidikan Muhammadiyah berjalan adaptif terhadap tantangan zaman.
Konsolidasi Nasional
Mengusung tema “Menuju Pendidikan Muhammadiyah Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan”, Rakornas menjadi forum strategis konsolidasi nasional sekaligus ruang perumusan arah kebijakan pendidikan Muhammadiyah di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Tata Kelola Pendidikan
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, memaparkan sejumlah tantangan pendidikan Muhammadiyah ke depan.
Ia menyoroti pentingnya penguatan komitmen manajerial, kepemimpinan transformasional, serta profesionalisme tata kelola amal usaha pendidikan.
Selain itu, ia menekankan perlunya peningkatan kapasitas manajemen modern, penguatan kolaborasi, serta kemandirian pendanaan agar tidak bergantung pada sumber dana terbatas.
Hindari Konflik dan Korupsi
Rakornas secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, ia menegaskan dua pesan penting bagi pengelola pendidikan Muhammadiyah: menghindari konflik dan menjauhi praktik korupsi.
Menurutnya, modal sosial Muhammadiyah sebagai gerakan yang menjunjung tinggi integritas harus terus dijaga dalam tata kelola pendidikan.
Grand Launching
Momentum pembukaan Rakornas juga ditandai dengan Grand Launching tiga inisiatif strategis nasional, yakni Digital Dana Ta’awun, Digital ContentMu, serta Buku MIPA IPAS Bilingual dan buku madrasah.
Langkah ini menjadi simbol percepatan transformasi digital dan penguatan mutu pembelajaran di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Penghargaan yang Berprestasi
Pada kesempatan tersebut, sejumlah penghargaan turut diberikan kepada insan dan amal usaha pendidikan berprestasi, mulai dari kategori guru, siswa, sekolah, hingga madrasah unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi atas komitmen peningkatan mutu dan tata kelola yang profesional.
Pembahasan Strategis
Selama tiga hari pelaksanaan, Rakornas diisi dengan panel strategis yang membahas kebijakan nasional pendidikan, penguatan mutu madrasah, strategi peningkatan SPMB, perlindungan dan kesejahteraan GTK, serta harmonisasi tata kelola amal usaha.
Berbagai praktik baik (best practices) dari sekolah inspiratif turut dipresentasikan sebagai contoh nyata kemajuan pendidikan Muhammadiyah.
Melalui sidang komisi yang terbagi dalam tujuh fokus strategis, Rakornas diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk peningkatan mutu lulusan, penguatan talenta unggul, serta tata kelola pendidikan yang profesional dan akuntabel.
Rakornas 2026 di Makassar menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah merupakan gerakan peradaban yang terus bertransformasi menjadi ekosistem pembelajaran unggul, berkarakter, dan berdampak luas bagi umat dan bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments