Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menuju Asesmen Berkualitas, Smamita Kenalkan TKA kepada Seluruh Siswa Kelas XI

Iklan Landscape Smamda
Menuju Asesmen Berkualitas, Smamita Kenalkan TKA kepada Seluruh Siswa Kelas XI
Fauzi Asnawi, S.Sos.I. memberikan sosialisasi mengenai Tes Kemampuan Akademik di Masjid Manarul Ilmi. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus berkomitmen menyiapkan peserta didik dalam menghadapi sistem evaluasi pendidikan yang berkualitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kepada seluruh siswa kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Manarul Ilmi lantai 2 pada Rabu (21/1/2026).

Kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan TKA sebagai bagian dari asesmen nasional. Asesmen ini menekankan pengukuran kompetensi akademik secara komprehensif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta kemampuan menerapkan pengetahuan. Oleh karena itu, siswa diharapkan mulai membangun kebiasaan belajar yang mendalam, konsisten, dan reflektif.

Guru Bimbingan Konseling (BK) Smamita, Fauzi Asnawi, S.Sos.I menegaskan bahwa pengenalan TKA sejak kelas XI merupakan langkah strategis agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri secara optimal.

“Kami ingin siswa memahami arah asesmen sejak dini, sehingga proses belajar menjadi lebih terarah dan bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamita, Irma Rusdiana, S.Pd menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA pada tahun sebelumnya dinilai berlangsung secara mendadak. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kesiapan sekolah, melainkan karena jadwal dari pemerintah yang disampaikan secara tiba-tiba.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fungsi utama hasil TKA adalah sebagai alat validasi nilai rapor. Setelah lulus dari SMA, nilai rapor siswa akan diverifikasi untuk memastikan bahwa capaian tersebut benar-benar mencerminkan kemampuan siswa, bukan hasil rekayasa pihak sekolah.

Irma juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengecekan pada akun Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), nilai TKA setiap siswa tercantum secara langsung di dalam sistem. Hal ini di luar perkiraannya, karena sebelumnya ia mengira nilai TKA hanya akan divalidasi oleh masing-masing perguruan tinggi.

“Ketika nama siswa dibuka, nilai TKA langsung muncul per mata pelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irma memastikan bahwa nilai TKA akan digunakan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sementara untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur Mandiri, pihak sekolah masih menunggu informasi lanjutan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan perguruan tinggi juga akan mempertimbangkan nilai TKA pada jalur tersebut.

Ia menambahkan bahwa posisi siswa dalam daftar eligible SNBP bersifat dinamis. Siswa yang telah masuk daftar eligible sejak kelas XI masih berpeluang tergeser di kelas XII, bergantung pada usaha dan capaian akademik masing-masing siswa.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah merencanakan persiapan TKA sejak kelas XI melalui kerja sama dengan para guru mata pelajaran. Bentuk evaluasi seperti ulangan harian, STS, hingga penilaian akhir semester akan disesuaikan dengan karakter soal TKA. Langkah ini dilakukan agar siswa terbiasa menghadapi soal yang menuntut kemampuan membaca dan analisis yang tinggi.

Irma menilai salah satu kendala utama pada pelaksanaan TKA sebelumnya adalah rendahnya minat siswa dalam membaca serta menganalisis soal yang relatif panjang. Ia berharap pada tahun ini persentase penggunaan nilai TKA tidak terlalu besar, mengingat TKA masih tergolong sistem baru.

Di akhir penyampaiannya, Irma mengimbau seluruh siswa untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia juga meminta siswa agar tidak ragu bertanya kepada wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru Bimbingan Konseling jika masih terdapat informasi yang belum dipahami.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Selain memperoleh penjelasan teoretis, siswa juga mendapatkan gambaran contoh soal serta strategi belajar yang sesuai dengan karakter TKA. Diskusi interaktif turut mewarnai kegiatan, menunjukkan tingginya minat siswa terhadap sistem asesmen yang akan dihadapi.

Melalui kegiatan ini, Smamita berharap siswa kelas XI memiliki kesiapan mental dan akademik dalam menghadapi asesmen ke depan. Sekolah berkomitmen untuk terus mendampingi siswa melalui program pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Dengan langkah proaktif tersebut, Smamita optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan evaluasi pendidikan secara berintegritas dan berkualitas. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu