Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menulis Adalah Cara Perempuan Merawat Diri

Iklan Landscape Smamda
Menulis Adalah Cara Perempuan Merawat Diri
Diskusi lietrasi di RBC Institute A. Malik Fadjar UMM. foto: Humas
pwmu.co -

Alih-alih sekadar memperingati Bulan Bahasa dengan lomba atau seminar, RBC Institute A. Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memilih cara yang lebih personal: menghadirkan ruang berbagi dan menulis pengalaman perempuan.

Bersama aktivis feminisme Kalis Mardiasih dan komunitas Belajar Literasi ID, kelas menulis yang digelar pada 12 Oktober 2025 ini menjadi ajang refleksi, empati, dan keberanian untuk bersuara lewat bahasa Indonesia yang jernih dan manusiawi.

Dalam sambutan pembuka, Direktur Eksekutif RBC Institute A. Malik Fadjar, Subhan Setowara, menegaskan komitmen lembaga pada literasi yang memerdekakan.

“Literasi bagi kami bukan sekadar bisa membaca dan menulis, melainkan keberanian mengungkapkan pengalaman—terutama pengalaman perempuan—dengan martabat. Kolaborasi ini kami maksudkan sebagai jembatan: dari cerita pribadi menjadi pengetahuan publik yang mencerahkan, sekaligus cara merayakan Bulan Bahasa dengan praktik yang nyata,” ujarnya.

Kelas ini difokuskan pada berbagi cerita dan membangun keberanian bercerita. Kalis Mardiasih mengantar peserta memetakan momen-momen kunci—baik yang menggembirakan, menyulitkan, maupun yang kerap dinormalkan—dan mengubahnya menjadi gagasan tulisan yang terarah.

Dia menekankan tiga fondasi utama: memilih sudut pandang yang jujur, merawat empati pada diri dan orang lain, serta menjaga etika bercerita—termasuk soal izin, kerahasiaan, dan kesadaran relasi kuasa.

Latihan dilakukan secara sederhana melalui journaling terarah dan sesi berbagi berkelompok yang saling menguatkan. Sejalan dengan semangat Bulan Bahasa, kelas ini juga mengajak peserta menghargai bahasa Indonesia sebagai medium yang inklusif.

Pilihan diksi yang hemat namun bermakna, struktur paragraf yang runut, dan kehati-hatian dalam penggunaan istilah terkait gender menjadi bagian dari diskusi.

Alih-alih menjadi klinik naskah, pertemuan ini dirancang sebagai perjumpaan yang hangat—di mana setiap suara memiliki ruang, tanpa tekanan untuk “sempurna”, melainkan untuk berani, tulus, dan bertanggung jawab.

Kolaborasi RBC Institute dan Belajar Literasi ID ini menjadi bukti nyata komitmen memperluas akses pembelajaran menulis yang peka gender dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Cerita-cerita yang lahir dari kelas ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi peserta untuk terus menulis, berbagi, dan memperkaya percakapan publik—agar pengalaman perempuan hadir utuh, terdengar, dan berdampak. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu