Memperluas Wawasan Ilmu Agama
Kedua: Ibadah kurban mengajarkan agar memperluas wawasan ilmu agama. Dari Mu‘awiyah raḍiyallāhu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia paham dalam agama,” (Muttafaq ‘alaih)
Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan, sebagaimana perintah membaca dengan nama Tuhan yang menciptakan. Kita membaca karena Allah Subḥānahu wa Ta’ālā semata sebagaimana dalam surat Al-‘Alaq ayat 1–2.
Begitu pentingnya ilmu pengetahuan, Allah akan mengangkat derajat mereka (QS Al-Mujādalah: 11). Maka, kita tidak akan merugi bila mengikuti kajian, baik secara luring maupun daring. Semua itu ada hikmah dan manfaatnya.
Ketiga, ibadah kurban mengajarkan agar gemar bersedekah, berdasarkan firman Allah dalam QS Saba’: 39: “Dan barang apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Motivasi ini luar biasa, agar umat Islam terbiasa bersedekah. Sekaligus mendorong untuk berusaha meraih anugerah Allah Subḥānahu wa Ta’ālā sehingga memiliki kelebihan untuk dapat memberikan sedekah kepada sesama. Kebiasaan bersedekah perlu dilatih secara terus-menerus agar menjadi kesadaran dalam kehidupan kita.
Dengan demikian, berkurban memiliki pengaruh positif terhadap pribadi maupun kelompok. Kurban mendekatkan diri kepada Allah Subḥānahu wa Ta’ālā dan menanamkan kepedulian terhadap sesama yang memerlukan bantuan.
Marilah kita dengungkan semangat berkurban dalam kehidupan agar kita menjadi hamba Allah Subḥānahu wa Ta’ālā yang muḥsin kepada-Nya dan kepada sesama manusia.
Penulis Helman Sueb Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments