Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyambut Kalam Ilahi: Adab Membaca Al-Quran yang Menghidupkan Hati

Iklan Landscape Smamda
Menyambut Kalam Ilahi: Adab Membaca Al-Quran yang Menghidupkan Hati
pwmu.co -

Keenam, Memegang Al-Quran dengan Tangan Kanan.

Tata cara membaca al-Quran yang benar berikutnya adalah dengan memegang kitab suci ini menggunakan tangan kanan. Dengan memenuhi sunnah Rasulullah Saw, maka ada baiknya untuk memegang al-Quran dengan tangan kanan ketika membaca kitab suci tersebut.

Rasulullah Saw senantiasa menggunakan tangan kanan ketika mengerjakan segala sesuatu yang baik. Mislanya, makan, minum, mengoleskan parfum dan sebagainya. Oleh sebab itu, gunakanlah tangan kanan juga ketika membaca al-Quran.

Bahkan ketika mengambil mushaf saja juga dianjurkan untuk menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang baik. Tangan kiri biasanya digunakan untuk membersihkan diri selepas di toilet dan sebagainya.

Ketujuh, Membaca Al-Quran dengan Khusyuk

Jangan lupa untuk membaca al-Quran dengan khusyuk. Karena adab membaca al-Quran seperti ini tentu harus dilakukan. Bahkan, ketika sedang mengerjakan ibadah lainnya seseorang juga harus khusyuk. Apalagi ketika membaca al-Quran.

Sebisa mungkin untuk memastikan diri agar terus fokus membaca al-Quran tanpa memikirkan yang lain atau gangguan. Bacalah dengan penuh perasaan dan hayati setiap ayatnya dengan baik. Dengan demikian, maka seseorang bisa terus memahami makna setiap ayat al-Quran dengan benar.

Khusyuk maksudnya adalah sudah mengupayakan dengan segenap pikiran dan hati hanya untuk Allah SWT bukan yang lain. Dengan demikian, khusyuk berarti menghindarkan diri dari segala pikiran buruk ketika sedang mengerjakan ibadah, termasuk membaca al-Quran.

Maka bacalah kitab suci umat Islam ini dengan hati bersih dan khusyuk untuk menuai pahala yang lebih banyak lagi.

Kedelapan, Menutup dengan Doa

Setelah membaca, jangan lupa memohon kepada Allah agar diberikan pemahaman, kekuatan untuk mengamalkan, dan keberkahan dari setiap ayat yang dibaca.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca d’a ini pastilah Allah akan menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”.

اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ

“ Ya Allah, jadikanlah al-Quran sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.

Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, bolehkah kami menghafalkannya?,” beliau menjawab “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.

HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata hadits ini shahih dengan persyaratan Imam Muslim.

اَللَّهُمَّ ارْحَمْناَ بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ إِماَماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةْ
اَللَّهُمَّ ذَكِّرْناَ مِنْهُ ماَ نَسِيْناَ، وَعَلِّمْناَ مِنْهُ ماَ جَهِلْناَ، وَارْزُقْنـاَ تِلاَوَتَهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهاَرْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ حُجَّةً، ياَ رَبَّ الْعاَلمَيِنْ

“Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan al-Quran, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah apa-apa yang kami lupa darinya, ajarkanlah yang kami tidak tahu, dan limpahkanlah rizki kepada kami (dalam bentuk) membacanya sepanjang siang dan malam hari. Dan jadikanlah ia pembela kami di hari kiamat nanti, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Oleh karena itu, setelah kita membaca al-Quran upayakan untuk berdoa, agar senantiasa memperoleh keberkahan dari Allah SWT.

Kesembilan, Mengamalkan Isi Al-Quran

Al-Quran bukan hanya untuk dilafalkan, tapi diamalkan.

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwasanya dia mengatakan itu ketika menggambarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Disebutkan dalam hadits yang panjang tentang kisah Sa’ad bin Hisyam bin Amir ketika datang ke Madinah dan mengunjungi Aisyah Radhiyallahu ‘Anha untuk menanyakan beberapa masalah. Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata,

فَقُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! أَنبئِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى .قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ .قَالَ : فَهَمَمْتُ أَن أَقُومَ وَلَا أَسأَلَ أَحَدًا عَن شَيْءٍ حَتَّى أَمُوتَ …الخ رواه مسلم (746)

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahulah aku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam!” Aisyah bertanya, ‘Bukankah engkau membaca al-Quran?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah al-Quran.” Kemudian aku hendak berdiri dan tidak bertanya kepada siapapun tentang apapun hingga aku mati…” (HR. Muslim, no. 746).

Dalam riwayat lain disebutkan,

قُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! حَدِّثِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ .قَالَت : يَا بُنَيَّ أَمَا تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قَالَ اللَّهُ : ( وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ ) خُلُقُ مُحَمَّدٍ القُرآنُ أخرجها أبو يعلى (8/275) بإسناد صحيح .

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritakanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Aisyah berkata, “Wahai anakku, tidakkah engkau membaca al-Quran? Allah berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Akhlak Muhammad adalah Al-Qur’an.” (HR. Abu Ya’la, 8/275 dengan Isnad yang shahih).

An-Nawawi mengatakan dalam Syarah Shahih Muslim, 3/268, “Maknanya adalah mengamalkan al-Quran dan berdiri pada batasan-batasan al-Quran, beradab dengan adab-adab al-Quran, mengambil pelajaran dari perumpamaan-perumpamaan dan kisah-kisah al-Quran, mentadabburinya dan membacanya dengan baik.”

Mengamalkan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari adalah puncak dari adab membaca—sebab Al-Quran diturunkan untuk diikuti, bukan sekadar dibaca.

Penutup: Hidup Bersama Al-Quran

Al-Quran adalah teman hidup sejati. Semakin sering kita membacanya dengan adab dan cinta, semakin terang jalan kita di dunia dan akhirat. Mari kita pelihara hubungan kita dengannya, tidak hanya dalam bulan-bulan tertentu, tetapi sepanjang hayat.

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah:

“Al-Quran adalah penyembuh bagi hati, cahaya bagi pandangan, dan ketenangan bagi jiwa”.

Semoga kita termasuk golongan yang dicintai oleh Allah karena mencintai, membaca, dan mengamalkan firman-Nya. Aamiin.(*)

Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu