Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyambut Ramadan dengan Ketakwaan: Khatib Jumat Ingatkan Hakikat Puasa

Iklan Landscape Smamda
Menyambut Ramadan dengan Ketakwaan: Khatib Jumat Ingatkan Hakikat Puasa
pwmu.co -
Taufiqur Rohman saat khutbah Jumat di masjid Al-Hikmah Genteng Banyuwangi (Ghulam/PWMU.CO)

PWMU.CO – Khatib Jumat, Taufiqur Rohman, mengajak jamaah untuk menyambut Ramadan dengan orientasi ketakwaan, Jumat (28/2/2025). Pesan tersebut disampaikannya dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Hikmah, Genteng Kulon, Banyuwangi.

Pelaksanaan ibadah Jumat dimulai pukul 11.35 WIB, diikuti oleh jamaah masjid setempat dan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon. Di awal khutbah, khatib mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang memungkinkan mereka menunaikan ibadah Jumat.

“Semoga kehadiran kita di masjid ini semakin memberikan pencerahan dalam hidup kita,” ujarnya.

Selanjutnya, Taufiqur Rohman mewasiatkan kepada jamaah agar senantiasa berusaha meningkatkan kualitas takwa. Ia menekankan bahwa ketakwaan adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, ibadah-ibadah Ramadan tahun 1446 Hijriah (2025) harus berorientasi pada takwa.

Ia kemudian membacakan ayat al-Quran Surat al-Baqarah ayat 183, yang menjelaskan perintah Allah kepada orang-orang beriman untuk berpuasa di bulan Ramadan agar mencapai derajat takwa.

Menurutnya, setiap mukmin harus memperhatikan dengan baik orientasi takwa ini, karena perintah puasa ditujukan langsung kepada mereka.

“Jangan sampai ibadah Ramadan, khususnya puasa, di tahun ini menjadi salah alamat,” pesannya.

Khatib yang juga Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng ini membacakan satu hadits Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA. Hadits tersebut menjelaskan bagaimana cara menjalankan puasa Ramadan agar membawa berkah.

Ia menegaskan bahwa ada dua syarat utama agar puasa bernilai pahala dan menjadi sarana pengampunan dosa, yaitu berpuasa dengan iman dan penuh keikhlasan.

Tanpa iman, kata Taufiqur, ibadah seseorang akan menjadi sia-sia. Begitu pula dengan puasa, jika tidak didasari oleh keimanan, maka ibadah tersebut tidak akan berpahala.

Selain itu, keikhlasan juga menjadi faktor penting dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan ikhlas karena menjalankan perintah Allah, seseorang menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga Maghrib. Semua itu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan demi meraih ridha Allah.

Mengakhiri khutbahnya, Taufiqur Rohman berpesan kepada jamaah agar memperbanyak amalan ibadah di bulan Ramadan tahun 1446 H, mulai tanggal 1 hingga 30 Maret 2025, dengan tetap berorientasi pada ketakwaan kepada Allah. (*)

Penulis Ghulam Bana Islama Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu