
PWMU.CO – Ramadhan, bulan suci yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam, akhirnya tiba. Untuk menyambutnya dengan penuh kesiapan, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tulangan Bidang Tabligh dan Tajdid, Muhammad Basir SPd MTHi, menyampaikan khutbah Jumat bertema “Persiapan Menghadapi Bulan Suci Ramadhan” di Masjid Al Jihad PRM Jiken pada Jumat (28/2/2025).
Dalam khutbahnya, muballigh yang akrab disapa Ustadz Basir ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen penuh berkah untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu melakukan empat langkah utama agar dapat memanfaatkan Ramadhan secara maksimal.
Bertaubat: Awal Perjalanan Menuju Ramadhan
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, yang membedakan seorang hamba yang baik adalah kesungguhannya dalam bertaubat. M. Basir mengutip sabda Rasulullah Saw:
“Seluruh Bani Adam itu bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang senantiasa bertaubat.” (HR. Tirmidzi)
Ramadhan adalah kesempatan emas untuk kembali kepada Allah, memohon ampun atas dosa-dosa, dan memulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
Berdoa: Memohon Kesempatan dan Kekuatan
Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk berdoa agar diberi umur panjang sehingga dapat beribadah di bulan penuh keberkahan ini.
“Kita tidak tahu apakah tahun ini masih bisa berjumpa dengan Ramadhan atau tidak. Maka, berdoalah agar Allah memberi kita umur panjang, kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan maksimal, serta menerima puasa kita dengan sebaik-baiknya,” ujar M. Basir.
Membersihkan Hati: Kunci Meraih Maghfirah Allah
Ramadhan adalah bulan pengampunan, namun ampunan Allah hanya diberikan kepada mereka yang menjaga hubungan baik dengan sesama. Rasulullah SAW bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis, dan Allah mengampuni hamba-hamba-Nya selama mereka tidak melakukan syirik dan tidak memutus tali persaudaraan.” (HR. Muslim)
Oleh karena itu, M. Basir mengingatkan agar sebelum Ramadhan tiba, kita membersihkan hati dari dendam dan kebencian serta memperbaiki hubungan yang retak.
Menjaga Hal-Hal yang Dapat Merusak Puasa
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari segala hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. M. Basir mengutip nasihat sahabat Jabir bin Abdillah RA:
“Jika kamu berpuasa, maka berpuasalah juga pendengaran, penglihatan, dan ucapanmu.”
Artinya, setiap Muslim harus menjaga lisannya dari ghibah, matanya dari melihat hal-hal yang diharamkan, serta telinganya dari mendengar perkataan yang tidak bermanfaat.
Sambut Ramadhan dengan Hati yang Siap
Khutbah M. Basir ini mengingatkan bahwa Ramadhan adalah hadiah dari Allah yang harus disambut dengan hati yang bersih, penuh doa, dan kesiapan untuk memperbaiki diri. Jika empat langkah ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, InsyaAllah Ramadhan tahun ini akan menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan bagi kita semua.
“Semoga kita diberi kesempatan untuk merasakan indahnya Ramadhan tahun ini dan mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin,” pungkas M. Basir menutup khutbahnya. (*)
Penulis Zulkifli Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments