
PWMU.CO – Sedikitnya ada lima hal yang perlu dipersiapkan dalam menyambut bulan Ramadhan, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng Banyuwangi, Ustadz Taslim, saat memberikan tausiyah pada Sabtu (15/2/2025) di Masjid Al-Falah, Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Ranting Jalen.
Setiap hari, Masjid Al-Falah menggelar berbagai kegiatan keagamaan setelah shalat Maghrib dengan jadwal dan materi yang berbeda. Salah satu agenda rutin adalah kajian tafsir al-Quran yang berlangsung setiap Selasa malam Rabu.
Kajian ini dipandu oleh H. Shohib Hashidiqi dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman umat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pada Sabtu malam, kajian hadist disampaikan secara bergantian oleh H Nawachid dan Ustadz Taslim. Tidak hanya itu, masjid ini juga mengadakan kajian al-Quran dan Hadits pada Selasa dan Jumat pagi, serta kuliah tujuh menit (Kultum) yang dibawakan secara bergiliran oleh para imam Masjid Al-Falah.
Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan meningkatkan kualitas ibadah jamaah.
Pada kajian kali ini ustadz Taslim mengupas terkait dengan pesiapan menyambut bulan Ramadhan. “Semoga kita semua masih dipertemukan pada Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, dimana pada bulan tersebut ada ibadah yang nilai pahalanya sangat luar biasa karena Allah langsung yang menilai”, ujar Taslim
Dalam tausiyahnya, Ustadz Taslim menyampaikan pentingnya persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa ada lima hal utama yang sebaiknya dilakukan oleh setiap Muslim menjelang Ramadhan, yaitu:
- Bersyukur karena masih dipertemukan dengan bulan yang penuh berkah hal ini sebagai tanda bahwa Allah Swt memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbanyak amal ibadah serta mengurangi perbuatan maksiat.
- Berniat dalam hati dengan mantap dan memohon kepada Allah Swt agar Ramadhan ini bisa menjadikan kita orang yang istiqamah.
- Menyegerakan melunasi hutang puasa yang pernah ditinggalkan karena uzur. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan berikutnya, kita masih memiliki hutang puasa tahun lalu. Sebagaimana yang pernah dilakukan istri Rasulullah, Aisyah RA. Karena kesibukan melayani Rasulullah Saw, Aisyah baru bisa melunasi hutang puasa Ramadhan di bulan Sya’ban.
- Memperdalam ilmu agama yang terkait dengan puasa Ramadhan, terutama sunnah-sunnah di dalamnya, serta hal yang membatalkan pahala puasa sehingga bulan Ramadhan benar-benar berkah.
- Membiasakan membaca al-Quran. Di mana bulan Ramadhan merupakan bulan al-Quran atau bulan turunnya al-Quran.
“Oleh karenanya, mengkaji makna sangatlah dianjurkan sekaligus mengisi di sela-sela menjalankan ibadah puasa,” jelas Taslim.
Tepat pukul 19.02 Wib, jam digital masjid berbunyi sebagai pertanda sudah masuk waktu shalat Isya’. Pengajian kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan shalat Isya berjama’ah. (*)
Penulis Abdul Muntholib Co Editor Ahmad Sa’dan Husaini Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments