Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar hadir membawa bantuan, tetapi juga menyelami luka, mendengar keluh kesah, dan merasakan duka para penyintas. Itulah yang dirasakan Novy Husnul Mawadah, S.Kep., Ns., relawan MDMC/DMC RSA Bojonegoro, saat terjun membantu masyarakat terdampak bencana di Tanah Tamiang, Aceh, Jumat (16/1/2026).
Novy menuturkan bahwa momen-momen paling mengharukan justru ia rasakan ketika berada langsung di tengah masyarakat. Kehadirannya sebagai relawan membuatnya tidak lagi sekadar melihat penderitaan dari balik layar media sosial, tetapi menyaksikan dan merasakan kondisi para korban secara nyata.
“Momen mengharukan itu sangat banyak. Kami benar-benar ikut merasakan bagaimana kondisi terdampak dan apa yang sedang mereka alami. Ketika hadir langsung, rasanya seperti ikut merasakan apa yang mereka rasakan,” ungkap Novy.
Menurutnya, mendengar cerita para penyintas menjadi pengalaman yang sangat membekas. Banyak di antara mereka masih menyimpan kesedihan mendalam akibat kehilangan, keterbatasan, dan ketidakpastian hidup pascabencana.
“Kami mendengar cerita dan keluhan mereka. Bahkan ketika mereka menangis, kami pun ikut terharu. Sulit menahan air mata saat melihat dan mendengar langsung kesedihan mereka,” lanjutnya.
Dari sisi bantuan logistik, Novy menjelaskan bahwa kebutuhan dasar seperti alat ibadah, pakaian layak pakai, serta sembako saat ini relatif tercukupi. Bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari di tengah kondisi yang masih sulit.

Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi para penyintas adalah belum pulihnya aktivitas ekonomi. Banyak warga belum dapat kembali bekerja karena sarana dan aktivitas pendukung masih terhambat serta belum berjalan normal.
“Untuk alat ibadah cukup, pakaian layak pakai juga tersedia, dan sembako insyaallah cukup. Tetapi sampai saat ini mereka belum bisa bekerja kembali. Aktivitas ekonomi masih terhambat,” jelas Novy.
Kondisi tersebut menjadikan bantuan keuangan sebagai kebutuhan paling mendesak. Bantuan materi berupa uang sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan harian sekaligus perlahan memulai kembali roda perekonomian keluarga.
“Yang paling mereka butuhkan sekarang adalah bantuan keuangan atau materi berupa uang,” tambahnya.
Novy menegaskan bahwa seluruh ikhtiar kemanusiaan yang dilakukan para relawan tidak lepas dari pertolongan dan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia berharap kehadiran Muhammadiyah dan para relawan dapat menjadi wasilah kebaikan serta penguat bagi masyarakat Aceh untuk bangkit kembali.
Melalui kisah Novy, tergambar bahwa kerja-kerja kemanusiaan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang empati, kebersamaan, dan ketulusan. Relawan tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan—bahwa di tengah duka, masih ada kepedulian yang menguatkan.






0 Tanggapan
Empty Comments