Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama Pengajian Akbar Muhammadiyah Kabupaten Malang yang digelar di Kecamatan Dau, (1/2/2026). Mengusung tema “Dakwah Berkemajuan: Perkuat Spiritual, Intelektualitas, dan Khidmat Sosial”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan ideologi persyarikatan dengan kehadiran tokoh nasional di tengah warga Malang.
Sejak pagi, suasana lokasi pengajian tampak semarak. Keterlibatan aktif SD Muhammadiyah 08 Dau (SD Mapan) menjadi perhatian tersendiri. Sekolah ini berperan penting menyempurnakan estetika dan alur acara.
Para tamu undangan, mulai pejabat daerah hingga tokoh persyarikatan, disambut dengan Tari Piring yang dibawakan siswi SD Mapan. Keluwesan gerak mereka menjadi simbol keramahan sekaligus kesiapan generasi muda Muhammadiyah dalam merawat tradisi. Sepanjang prosesi acara, jamaah juga menikmati alunan karawitan yang dimainkan apik oleh para siswa. Perpaduan dakwah Islam dan budaya lokal ini menegaskan komitmen SD Mapan mencetak generasi berilmu sekaligus berakar pada nilai kultural.
Sebelum kajian inti, acara diawali sambutan Ketua PCM Dau, Sukma Jaya, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya pengajian akbar di wilayah Dau. Sambutan dilanjutkan Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag., serta AKBP Muhammad Taat Resdi, S.H., S.I.K., MTCP., Kapolres Malang. Ketiganya mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam menjaga stabilitas sosial melalui dakwah yang menyejukkan.
Memasuki sesi utama, Dr. H. Buya Anwar Abbas, M.M., M.Ag., Ketua PP Muhammadiyah, menyampaikan orasi ilmiah yang membangkitkan semangat jamaah. Ia mengulas makna Islam Berkemajuan secara membumi sekaligus visioner.
Buya Anwar menegaskan bahwa kebangkitan Islam bermula dari unit terkecil masyarakat, yakni rumah tangga.
“Jika dalam sebuah rumah tangga seorang muslim menjalankan perintah Allah secara baik dan istiqamah, maka akan tercipta lingkungan yang baik pula,” paparnya.
Ia menggambarkan efek domino positif: rumah tangga yang taat melahirkan masyarakat beradab, masyarakat beradab membangun negara yang kuat dan bermartabat. Dari fondasi itulah, persatuan umat Islam dapat terwujud. Kejayaan Islam pada masa Turki Usmani, Abbasiyah, dan Umayyah, menurutnya, bukan sekadar sejarah, tetapi peluang masa depan.

Di penghujung acara, Buya Anwar Abbas memberi perhatian khusus kepada guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 08 Dau. Ia menitipkan pesan mendalam tentang makna pendidikan.
“Mendidik adalah ibadah. Jangan pernah merasa letih dan lelah mendidik anak bangsa, karena di tangan merekalah estafet untuk memajukan umat, bangsa, dan negara ini berada,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi penguat bahwa setiap ikhtiar pendidikan di ruang kelas adalah investasi peradaban. Pengajian akbar ditutup dengan suasana haru dan optimisme, menandai semangat baru dakwah berkemajuan di Kabupaten Malang.





0 Tanggapan
Empty Comments