Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyenangkan, Dosen UM Surabaya Bawa Inovasi Virtual Reality dalam Pembelajaran Islam Moderat di Pesantren

Iklan Landscape Smamda
Menyenangkan, Dosen UM Surabaya Bawa Inovasi Virtual Reality dalam Pembelajaran Islam Moderat di Pesantren
Tim pengabdian UM Surabaya laksanakan program pembelajaran islam moderat. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya melaksanakan program PKM “Transformasi Pembelajaran Islam Moderat melalui Virtual Reality” di Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Surabaya. Kegiatan ini digelar pada Rabu, (20/8/2025), pukul 18.00–20.00 WIB, dengan menghadirkan 40 santri perwakilan sebagai peserta.

Program ini dipimpin oleh Dr. Mulyono, M.Pd.I. selaku ketua tim pengabdian. Kegiatan bertujuan memperkenalkan pemahaman Islam moderat kepada santri dengan cara yang inovatif, yaitu melalui penggunaan teknologi Virtual Reality (VR). Melalui media tersebut, santri diajak untuk merasakan pengalaman belajar interaktif yang menekankan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, serta sikap inklusif dalam kehidupan beragama.

Para santri tampak antusias saat mencoba perangkat VR. Mereka merasakan seolah-olah berada di dalam ruang belajar virtual yang menyajikan simulasi terkait praktik Islam moderat.

“Anak-anak sangat senang dan bersemangat mencoba teknologi ini. Metode seperti ini membuat mereka lebih mudah memahami konsep Islam moderat yang biasanya hanya disampaikan melalui ceramah,” ujar Mulyono.

Pembelajaran islam moderat di pesantren melalui VR. (Istimewa/PWMU.CO)
Pembelajaran islam moderat di pesantren melalui VR. (Istimewa/PWMU.CO)

Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Dengan pendekatan berbasis teknologi, santri dapat memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan inovasi digital, sehingga proses pembelajaran lebih kontekstual dengan tantangan zaman.

Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema pendanaan tahun anggaran 2025.

Dengan adanya program ini, diharapkan pesantren mampu mengadopsi metode pembelajaran baru yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, namun relevan dengan era digital. Santri tidak hanya memahami pentingnya sikap moderat, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan berkesan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu