Search
Menu
Mode Gelap

Menyerap Hikmah Takwa

Menyerap Hikmah Takwa
Helman Sueb. (Dok. Pribadi/PWMU.CO)
Oleh : Moh. Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat – Lamongan
pwmu.co -

Seruan untuk bertakwa yang berulang kali muncul dalam Al-Qur’an menunjukkan betapa pentingnya kedudukan takwa dalam kehidupan seorang mukmin. Takwa merupakan sarana untuk meraih kemenangan hakiki, yaitu masuk surga.

Karena itu, takwa harus terus ditingkatkan, sebagaimana seruan para khatib di mimbar yang selalu mengajak jamaah untuk meningkatkan prestasi rohani dalam dirinya.

Jika kita menelaah makna takwa, ada beberapa hal penting yang terkait dengannya:

Takwa sebagai Sebaik-baik Bekal

Kehidupan dunia penuh dengan perjuangan: berjuang menghidupi diri, memenuhi kebutuhan, dan melaksanakan berbagai aktivitas agar dapat bertahan hidup. Bagi orang-orang beriman, bekerja adalah kewajiban, dan akan bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman:

“Setiap jiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiyaa’ : 35)

Untuk menghadapi semua itu, takwa adalah solusi dan bekal terbaik, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Allah menegaskan dalam firman-Nya:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah : 197)

Takwa sebagai Pakaian

Pakaian berfungsi menutup aurat dan menjadi pembeda manusia dari binatang. Ketika Nabi Adam dan Hawa melanggar ketentuan Allah, sebelum diturunkan dari surga, mereka berebut daun-daun surga untuk menutupi aurat mereka.

Allah menjelaskan:

 “Wahai anak Adam, Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.”

(QS. Al-A’raf : 26)

Maka, takwa adalah pakaian rohani yang tidak hanya indah, tetapi juga melindungi, memperbaiki, dan mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah.

Tiga Manfaat Bertakwa

Iklan Landscape UM SURABAYA

Allah Subhaanahu wa Ta’ala senantiasa memotivasi orang-orang beriman untuk menjadi orang bertakwa, agar amal saleh dilakukan dengan tulus mencari ridha-Nya. Dalam QS. Al-Anfal : 29, Allah menjelaskan keutamaan takwa:

 “Wahai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan, menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”

Dari ayat ini, terdapat tiga hikmah bagi orang yang bertakwa:

Satu, Mendapatkan Furqaan

Furqaan berarti pembeda. Orang bertakwa diberi kemampuan membedakan antara yang benar dan batil, halal dan haram, baik dan buruk, meskipun keduanya tampak bercampur.

Sebaliknya, orang yang tidak bertakwa mudah terperdaya hawa nafsu dan bisikan syaitan, sehingga kehilangan kepekaan dalam membedakan kebenaran.

Dua, Dihapuskan Kejelekan-kejelekannya

Kejahatan dan kejelekan adalah beban dosa. Jika dilakukan terus-menerus, ia akan menumpuk menjadi dosa besar.

Ketakwaan yang tumbuh dalam hati seseorang menghapuskan kejelekan yang pernah dilakukan, sehingga ia terbebas dari beban dosa yang menggelisahkan.

Tiga, Mendapat Ampunan dari Allah

Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada mendapatkan ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ketakwaan mengantarkan seorang hamba kepada maghfirah-Nya, membebaskannya dari kesalahan dan kekhilafan masa lalu.

Allah selalu menghubungkan antara iman dan takwa. Iman saja belum cukup, sehingga kita diperintahkan untuk meningkatkan takwa melalui amal saleh. Itulah jalan menuju kedudukan tertinggi di sisi-Nya.

Semoga kita semua mampu menyerap hikmah bertakwa dan menghias hidup dengan amal yang diridai Allah Subhaanahu wa Ta’ala. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments