Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menyiapkan Guru Penggerak, Masela Perjelas Arah Pendidikan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Menyiapkan Guru Penggerak, Masela Perjelas Arah Pendidikan Muhammadiyah
Muhammad Sa’id, M.Pd saat menyampaikan materi dalam seminar motivasi dan sosialisasi kebijakan majlis Dikdasmen. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah 9 Lamongan (Masela) menggelar seminar motivasi dan sosialisasi kebijakan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Lamongan, Kamis (15/01/2026).

Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat kualitas pendidik sekaligus memajukan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Lamongan.

Seminar yang berlangsung di Aula KH Abdul Fatah tersebut diikuti oleh seluruh dewan guru Masela. Hadir sebagai pemateri utama Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan, Muhammad Sa’id, M.Pd, yang memberikan pemaparan terkait arah kebijakan dan strategi pengembangan sekolah Muhammadiyah ke depan.

Kegiatan diawali dengan kajian iftitah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fanani, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, dia mengangkat kisah inspiratif Nabi Zakariyah as sebagai teladan keteguhan iman dan kekuatan doa.

“Nabi Zakariyah yang hingga usia tua belum dikaruniai anak tetap yakin dan percaya bahwa dengan kekuatan doa, apa yang tidak mungkin menurut ukuran manusia, menjadi sangat mungkin menurut Allah SWT. Begitu pula dalam mendidik para siswa, agar manfaat dan keberkahan hadir, para guru perlu melangitkan doa untuk anak didik kita,” tuturnya.

Suasana semakin hangat saat Kepala MA Muhammadiyah 9 Lamongan, Anton Wahyudin, M.Pd, menyampaikan sambutan.

Dia menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dalam proses pendidikan.

“Mendidik anak memiliki ciri khas tersendiri. Kita tidak bisa menuntut mereka untuk menjadi pintar sesuai ukuran kita, tetapi tugas kita adalah memberikan apa yang benar-benar mereka butuhkan,” tandasnya.

Dalam acara inti, Muhammad Sa’id menjelaskan berbagai syarat penting dalam memajukan sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, kemajuan lembaga pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh faktor finansial.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Ada beberapa syarat untuk memajukan sekolah Muhammadiyah. Sebuah lembaga tidak harus membuat sekolah gratis, tetapi harus memiliki program unggulan, dipimpin oleh kepala madrasah yang aktif, serta menjadi penggerak literasi,” terangnya.

Selain itu, Sa’id juga mengulas tipologi guru yang sering ditemui dalam lembaga pendidikan. Ia menyebutkan terdapat empat tipe guru dengan karakteristik yang berbeda-beda.

“Ada guru model, yaitu guru yang memiliki kapasitas dan menjadi role model bagi guru lain. Ada guru model-model, yaitu guru yang banyak berbuat tetapi dampaknya kurang signifikan. Ada pula guru modol-modol, yaitu guru yang justru menjadi beban organisasi. Terakhir, guru medel-medel, yakni guru yang menjadi korban struktur lembaga karena menanggung hampir semua tugas sekolah,” jelasnya.

Paparan tersebut menjadi refleksi bersama bagi para pendidik untuk terus melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kualitas profesionalisme dalam menjalankan amanah pendidikan.

Melalui seminar ini, diharapkan tumbuh semangat baru bagi para guru Masela untuk lebih aktif, inovatif, dan berdedikasi dalam proses pembelajaran maupun dalam menjalankan tugas sebagai penyambung ilmu bagi generasi penerus.

Forum ini juga diharapkan meninggalkan kesan positif serta memperkuat sinergi antara sekolah dan Majelis Dikdasmen PDM Lamongan dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu