
Wamendikdasmen RI, Fajar Riza Ul Haq, saat menghadiri Upacara Seren Taun di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat pada Kamis (19/06/2025). (Preli Yulianto/PWMU.CO).
PWMU.CO – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, tiba di Cagar Budaya Nasional Gedung Paseban Tri Panca Tunggal. Pada Kamis (19/06/2025), ia tiba di salah satu pusat kebudayaan yang terletak di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat tersebut.
Kehadiran Wamen Fajar tersebut mendapat sambutan hangat oleh masyarakat yang tengah melaksanakan upacara Seren Taun yang rutin terlaksana setiap tahunnya.
Sebagai informasi, Seren Taun merupakan upacara adat panen padi sekaligus salah satu kearifan lokal Indonesia yang telah menjadi tradisi masyarakat Sunda.
Khazanah Kebudayaan Indonesia
Upacara ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil panen yang telah masyarakat peroleh. Cigugur menjadi satu di antara desa adat Sunda yang terus melestarikan tradisi ini.
Sebagaimana salam dan pesan dari Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wamen Fajar dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas upacara Seren Taun ini. Tak ketinggalan, upacara tersebut turut terhadiri oleh beragam unsur masyarakat, termasuk tokoh-tokoh lintas agama.
Menurut Fajar, sebagai bagian dari khazanah kebudayaan Indonesia nan kaya, upacara ini sejatinya bukan hanya milik masyarakat Kuningan. Melainkan juga milik alam kebudayaan masyarakat Indonesia.
“Rasa syukur panen dalam Seren Taun menandakan kita memiliki ketahanan pangan yang oleh Presiden Prabowo sering disebut sebagai ‘kemandrian pangan’. Itu terbukti dan mewujud. Hal inilah yang menjadi modal sosial kekuatan pangan kita” tuturnya.
Fajar menilai bahwa Seren Taun juga menandakan kelenturan warga negara Indonesia sebagai masyarakat yang religius. Namun tidak kehilangan dan tercerabut dari tradisi budaya yang dalam hal ini adalah budaya Sunda.
Nilai Karakter Pendidikan Indonesia
Lebih lanjut, Fajar menuturkan bahwa Pancasila, agama, budaya luhur adalah nilai karakter pendidikan kita. Nilai tradisi luhur, sambungnya, dapat memancarkan serta menebarkan benih-benih kebaikan terutama bagi generasi muda di masa kini dan yang akan datang.
“Apa yang menjadi tradisi kita tetap kita lestarikan di tengah tantangan yang ada dan bermacam polanya. Urang Sunda saya yakin dapat menguatkan antara nilai kebudayaan tradisi dengan nilai-nilai kemajuan” pungkas mantan Direktur Eksekutif MAARIF Institute for Culture and Humanity itu.
Di sisi lain, Bupati Kuningan dan Dirjen Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan juga turut hadir pada agenda Seren Taun kali ini.
Tanah Cigugur, kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, merupakan tanah leluhur kebudayaan Sunda yang memantulkan cahaya cinta kasih, cinta kebersamaan. Cigugur, lanjutnya, adalah cermin kecil keragaman Indonesia.
“Seren Taun bukan hanya upacara adat merayakan panen, tapi simpul kesadaran sosial. Hidup harus harmonis selaras dengan alam dan tradisi Seren Taun dapat menjadi jangkar kebudayaan kita” tutupnya.
Penulis Preli Yulianto, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments