Hari Jumat adalah hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Rasulullah saw menyebutnya sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari). Di dalamnya terdapat banyak keutamaan, termasuk perintah untuk memperbanyak selawat kepada Nabi.
Dari sahabat Aus bin Aus RA, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling mulia adalah hari Jum’at. Karena itu, perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu karena slawat kalian akan ditampakkan kepadaku.” (HR. Abu Daud no. 1528)
Hadits ini menjadi dasar penting bagi kita untuk tidak melalaikan amalan shalawat, khususnya pada hari Jumat.
Imam As-Sakhawi dalam Qaulul Badi’ menjelaskan bahwa memperbanyak selawat pada hari Jumat memiliki nilai lebih karena hari tersebut adalah hari berkumpulnya kaum Muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah, sehingga doa dan ibadah yang dilakukan memiliki keistimewaan tersendiri.
Bayangkan seorang pedagang yang setiap Jumat menyisihkan waktunya sebelum berangkat ke toko untuk duduk sejenak, membuka mushaf, membaca selawat, dan merenungi keindahan akhlak Nabi.
Meski sibuk dengan urusan dunia, dia tetap ingat untuk mempersembahkan doa kepada Nabi, sehingga hidupnya terasa lebih tenang dan rezekinya diberkahi.
Selain selawat, amalan lain yang dianjurkan pada hari Jumat adalah membaca surah Al-Kahfi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata: “Barang siapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan diterangi oleh cahaya yang terangnya mencapai jarak antara dirinya dengan Baitul ‘Atiq.” (HR. Ad-Daarimi no. 3450)
Para ulama memang berbeda pendapat mengenai derajat hadits ini. Namun, Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Al-Amali menyatakan bahwa meskipun sebagian riwayatnya mauquf, terdapat penguat dari hadis-hadis lain sehingga amalan ini tetap bisa dikerjakan sebagai bentuk fadhailul a’mal (amalan keutamaan).
Banyak orang berpengalaman merasakan ketenangan ketika membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat. Seorang mahasiswa yang penuh kesibukan akademik mengaku bahwa rutinitas membaca Al-Kahfi setiap Jumat membuat hatinya lebih teguh menghadapi ujian hidup, seakan-akan cahaya Al-Qur’an menjadi pelita dalam kegelapan.
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim no. 408)
Bahkan, dalam riwayat lain, dari Anas bin Malik RA disebutkan: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat.” (HR. An-Nasa’i, III/50, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Ini menunjukkan betapa dahsyatnya pahala dari selawat. Dengan satu kali ucapan shalawat, Allah memberikan balasan berlipat ganda yang meliputi ampunan, rahmat, dan peningkatan derajat.
Seorang ibu rumah tangga yang sering melafalkan selawat ketika memasak atau menidurkan anaknya, tanpa disadari telah menghapus banyak dosanya.
Hidupnya dipenuhi keberkahan, anak-anaknya tumbuh dengan akhlak baik, dan hatinya senantiasa tenang menghadapi cobaan.
Amalan Lain di Hari Jumat
Selain memperbanyak selawat dan membaca surah Al-Kahfi, ada beberapa sunnah lain yang dianjurkan di hari Jumat, antara lain:
1. Mandi Jumat. Rasulullah saw bersabda: “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Memakai pakaian terbaik dan wewangian. Sebagai bentuk penghormatan terhadap hari Jumat.
3. Datang lebih awal ke masjid. Semakin awal datang, semakin besar pahala yang diperoleh.
4. Mendengarkan khotbah dengan khusyuk. Siapa yang berbicara ketika khutbah berlangsung akan kehilangan pahala Jumatnya.
Hari Jumat adalah karunia besar yang Allah berikan kepada umat Islam. Pada hari ini, umat diperintahkan memperbanyak selawat, membaca Al-Kahfi, menunaikan shalat Jumat berjamaah, serta memperbanyak amal kebaikan.
Marilah kita manfaatkan Jumat dengan sebaik-baiknya. Mulai dari salat tahajud di sepertiga malam, melanjutkannya dengan salat subuh berjamaah, memperbanyak selawat, membaca Al-Kahfi, hingga menghadiri shalat Jumat di masjid dengan penuh kekhusyukan.
Semoga kita menjadi hamba Allah yang selalu diberi cahaya, rahmat, dan ampunan melalui amalan di hari Jumat mulia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments