Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Meraih Syafaat di Akhirat, Anugerah Agung bagi Orang Beriman

Iklan Landscape Smamda
Meraih Syafaat di Akhirat, Anugerah Agung bagi Orang Beriman
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Syafaat merupakan salah satu konsep penting dalam Islam, yang mencerminkan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kedudukan istimewa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Syafaat tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan hanya untuk hamba-hamba yang beriman dan taat kepada Allah, dengan izin serta keridaan-Nya.

Secara bahasa, syafaat berarti menjadi penengah: memberikan kebaikan kepada seseorang dan menolak keburukan darinya.

Al-Qur’an dan hadis menjelaskan bahwa syafaat pada hari kiamat hanya diberikan dengan izin Allah kepada orang yang diridai-Nya. Syafaat tidak berlaku bagi orang-orang zalim dan mereka yang mengingkari hari akhir.

Posisi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Rasulullah memiliki kedudukan khusus sebagai pemberi syafaat. Selain beliau, Al-Qur’an dan puasa juga akan menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya dan mengamalkannya.

Yang lebih utama untuk kita pahami adalah syafaat di akhirat, karena pada saat itu manusia sangat membutuhkan pertolongan. Allah sendiri menegaskan:

“Dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai Allah.” (QS. Al-Anbiya’: 28)

Makhluk lain juga dapat memberikan syafaat—seperti para nabi, malaikat, orang-orang saleh, bahkan anak-anak—namun tetap dengan tiga syarat utama:

  • Allah meridai orang yang memberi syafaat.
  • Allah meridai orang yang menerima syafaat.
  • Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat.

Allah SWT berfirman:

“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)

“Katakanlah: Hanya milik Allah segala syafaat itu.” (QS. Az-Zumar: 44)

Macam-Macam Syafaat

Ada beberapa jenis syafaat yang perlu kita ketahui dan imani:

Syafaat Terbesar

Iklan Landscape UM SURABAYA

Allah mengeluarkan orang-orang beriman dari neraka menuju surga dalam jumlah yang sangat banyak. Setelah para nabi, malaikat, dan orang-orang saleh memberi syafaat dalam jumlah terbatas, Allah memberikan syafaat-Nya yang paling luas.
(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Syafaat dari Para Nabi, Malaikat, dan Orang Mukmin

Mereka dapat memberikan syafaat kepada sesama mukmin, sesuai dengan izin Allah.

3. Syafaat Khusus Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

Inilah yang disebut Asy-Syafaa’ah al-‘Udzma atau al-Maqam al-Mahmud. Rasulullah diberi izin oleh Allah untuk memberikan syafaat terbesar di Padang Mahsyar bagi umatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Syafaat di Padang Mahsyar

Saat manusia berada dalam kesempitan, mereka meminta syafaat kepada para nabi: mulai dari Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa. Namun, hanya Nabi Muhammad yang mendapat izin dari Allah untuk memberi syafaat.

Beliau juga memberi syafaat agar penduduk surga segera masuk surga, karena beliau adalah orang yang pertama kali masuk surga. Rasulullah bersabda:

“Aku adalah orang yang pertama kali memberikan syafaat di surga, dan aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda: “Orang yang paling berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak bersalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Selain itu, Rasulullah menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan puasa juga akan datang memberi syafaat:

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan memberikan syafaat kepada sahabatnya.” (HR. Muslim)

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu