
PWMU.CO – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran menggelar kegiatan Family Gathering pada Selasa, (1/6/2025). Acara ini diikuti oleh seluruh guru, karyawan, dan anggota keluarganya dengan jumlah peserta mencapai kurang lebih 600 orang. Rombongan diberangkatkan dari halaman Masjid At-Taqwa Paciran menggunakan 11 unit bus berkapasitas 60 penumpang.
Titik kumpul dimulai pukul 02.00 WIB. Suasana halaman Masjid At-Taqwa yang biasanya lengang, berubah menjadi ramai dipenuhi para peserta yang antusias. Bus-bus pariwisata berjajar rapi, siap mengantarkan rombongan menuju destinasi wisata: Sumber Maron, Santera De Laponte, Alun-Alun Batu, dan Masjid Cheng Hoo.
Peserta dari Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Terpadu (MadtsaMutu) Pondok Modern Paciran ditempatkan di bus nomor 5 dan 6. Koordinator bus 5 adalah Bahisatul Badiyah, S.Pd.I dan koordinator bus 6 adalah Heri Purwanto, S.Pd. Keduanya tampak sigap mengatur tempat duduk peserta sesuai denah yang telah disusun panitia. Pukul 03.00 WIB, rombongan mulai bergerak meninggalkan Paciran menuju Malang dan sekitarnya.
Keceriaan Sepanjang Perjalanan
Di dalam bus, suasana penuh keceriaan menyelimuti peserta. Tawa dan canda terdengar sepanjang jalan. Bahkan, ada peserta yang spontan menjadi “penyanyi dadakan”, menyumbangkan suara mereka lewat karaoke, meskipun nada yang dihasilkan tak selalu selaras.
Perjalanan juga dimeriahkan dengan beragam camilan khas, seperti kentang, talas, pisang rebus, tahu petis, kerupuk, bakso tahu, hingga permen asam manis. Para ibu tak lupa membawa bekal khas perjalanan, yaitu pala pendem—makanan rebusan seperti kentang dan talas yang hangat dan mengenyangkan.
“Saat perut mulai keroncongan, pala pendem jadi penyelamat. Ini seperti P3K—Pertolongan Pertama Perut Keroncongan,” ujar Albi Hamdani sambil berseloroh.
Stok makanan yang dibawa masing-masing keluarga peserta dianggap cukup untuk menemani perjalanan selama kurang lebih 4 jam. Keberadaan aroma hangat dari bekal tersebut membuat suasana bus semakin akrab dan hangat.
Selain menjadi ajang refreshing dan hiburan, kegiatan Family Gathering ini juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi antar seluruh civitas pondok: pimpinan, guru, karyawan, dan keluarga. Tema kegiatan ini, “Unity for Dignity and Modernity”, tercermin dalam semangat kebersamaan dan keceriaan yang menyertai perjalanan dari awal hingga akhir.
Penulis Sralnun Mahya Salsabila Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments