
Oleh: Naimul Hajar (Ketua Pimpinan Cabang IMM Sidoarjo 2009-2010)
PWMU.CO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kembali merayakan miladnya yang ke-61 pada 14 Maret 2025. Momentum ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang organisasi yang telah berkontribusi bagi bangsa. Dengan tema “Merawat IMM, Memajukan Indonesia,” IMM diharapkan terus menjaga nilai-nilai perjuangan dan relevansinya dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
IMM didirikan pada 14 Maret 1964 sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang berfokus pada pengembangan kader intelektual Islam. Dalam usianya yang ke-61, IMM telah banyak mencetak pemimpin, intelektual, dan aktivis yang berperan dalam berbagai sektor. Dengan pendekatan trilogi IMM—religiusitas, intelektualitas, dan humanitas—organisasi ini telah melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
IMM tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengkaderan mahasiswa Muhammadiyah, tetapi juga memiliki tanggung jawab lebih besar dalam konteks kebangsaan. Sejarah telah membuktikan bahwa kader IMM aktif dalam pergerakan sosial, advokasi kebijakan publik, serta pengembangan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan. Dari kampus hingga ruang-ruang publik, IMM selalu hadir membawa gagasan dan solusi untuk kemajuan Indonesia.
Tantangan dan Harapan IMM di Usia ke-61
Di usia yang semakin matang, IMM menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Era digital, globalisasi, dan perubahan sosial menuntut organisasi ini untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Beberapa tantangan utama yang perlu menjadi perhatian antara lain:
- Relevansi Gerakan di Era Digital Dunia saat ini telah berubah dengan pesat. Generasi muda kini lebih banyak mengakses informasi melalui media sosial dibandingkan dengan forum-forum konvensional. IMM harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat dakwah intelektualnya. Keberadaan IMM di ruang digital perlu lebih strategis agar tetap menjadi pusat pemikiran yang memengaruhi diskursus publik.
- Penguatan Kaderisasi dan Kepemimpinan IMM perlu terus melakukan inovasi dalam proses kaderisasi. Model pengkaderan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman menjadi kunci agar organisasi ini tetap mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Tidak hanya dalam lingkup internal, tetapi juga pada tingkat nasional dan global.
- Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Bangsa IMM harus lebih aktif dalam memberikan solusi terhadap persoalan bangsa. Dengan kapasitas intelektual yang dimiliki, kader IMM seharusnya mampu berkontribusi dalam kebijakan publik, advokasi sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan berbasis aksi nyata akan semakin memperkuat eksistensi organisasi ini.
IMM dan Masa Depan Indonesia
“Merawat IMM, Memajukan Indonesia,” mengandung makna yang sangat mendalam. Merawat IMM berarti menjaga nilai-nilai dasar perjuangan, memperkuat kaderisasi, serta memastikan organisasi ini tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Sementara itu, memajukan Indonesia menuntut IMM untuk lebih aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Ke depan, IMM harus semakin kuat dalam membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, baik dengan organisasi kemahasiswaan lain, pemerintah, maupun sektor swasta. Dengan sinergi yang baik, IMM dapat lebih maksimal dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan.
Milad ke-61 bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum refleksi dan evaluasi. IMM harus terus menjaga militansi gerakan dan memastikan setiap kadernya memiliki visi besar untuk Indonesia. Dengan semangat kolektif yang kuat, IMM akan tetap menjadi lokomotif perubahan yang mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih cerah.
Selamat Milad ke-61 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Mari bersama kita merawat IMM untuk memajukan Indonesia! (*)
Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments