Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Merawat nalar, Menanam Cinta, Membangun Bangsa—Melalui Matematika yang Hidup dan Bermakna

Iklan Landscape Smamda
Merawat nalar, Menanam Cinta, Membangun Bangsa—Melalui Matematika yang Hidup dan Bermakna
Peserta mencoba bermain Permainan Matematika Bela Negara. (Ria Pusvita Sari/PWMU.CO)
Oleh : Ria Pusvita Sari Guru SD Muhammadiyah Manyar
pwmu.co -

Hari itu, Selasa (13/1/2026) saya berangkat ke Bogor dengan perasaan campur aduk. Excited, nervous, dan penasaran banget sama pelatihan Guru Olimpiade Matematika SD di Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Ini adalah pelatihan selama 4 hari 3 malam yang katanya bakal mengubah cara pandang saya tentang matematika.

Perjalanan dari rumah cukup jauh, tapi semangat saya masih full tank! Bayangin aja, ini termasuk rangkaian seleksi program Sekolah Unggulan MIPA Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Salah satu yang menarik selain menyelesaikan soal-soal olimpiade adalah kami belajar permainan-permainan edukatif yang dikembangkan KPM. Di antaranya Ada Nara, Berlian Matematika, dan Matematika Bela Negara.

Saya jadi ingat sama salah satu siswa di kelas saya yang selalu ngindarin matematika karena nganggap pelajaran ini mumet dan nggak menarik. Dengan permainan-permainan kayak Nara Game dan Berlian Matematika, saya yakin sikapnya bakal berubah. Matematika nggak lagi jadi momok, tapi sesuatu yang dinanti-nantikan kehadirannya di kelas.

Inovasi Menarik

Salah satu inovasi paling menarik dari KPM: Permainan Matematika Bela Negara (PMBN). Denger-denger ini kolaborasi KPM sama TNI AD! Kolaborasi antara dunia pendidikan sama institusi pertahanan negara ini menciptakan sesuatu yang benar-benar unik dan bermakna. Melalui permainan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

Permainan ini dirancang buat dimainkan dalam tim, jadi menuntut setiap anggota buat bekerja sama, berkomunikasi, dan saling mendukung demi mencapai tujuan bersama. Pengalaman ini benar-benar membuka mata saya tentang betapa potensialnya matematika kalau disajikan dalam konteks yang bermakna dan menantang. Siswa nggak lagi belajar matematika cuma buat ujian, tapi buat mencapai tujuan yang lebih besar dan bermakna.

Malam di Bogor, saya duduk di teras penginapan sambil nikmatin keheningan malam. Pikiran saya masih penuh sama pengalaman luar biasa hari itu. Benar-benar sesuatu yang istimewa—menggabungkan matematika, nasionalisme, karakter, dan aktivitas fisik dalam satu paket yang menyenangkan dan bermakna.

Saya percaya bahwa melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna, kita nggak hanya menciptakan siswa yang pandai matematika, tapi juga generasi yang punya karakter kuat, cinta tanah air, dan siap jadi pemimpin masa depan Indonesia yang gemilang.

Terima kasih kepada Dr Raden Ridwan Hasan Saputra MSi dan seluruh tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, serta Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah menyelenggarakan pelatihan ini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu