Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan menggelar kegiatan pembelajaran budaya melalui praktik membatik khas Lamongan di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Baru, Malaysia, (2/2/202).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara kepada siswa melalui pembelajaran kontekstual dan berbasis praktik.
Kegiatan tersebut dibimbing oleh dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan, yakni Dinda Ayu Engelli Putri dan Reifaldy Junior Utomo. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis mengenai batik, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mencanting sebagai bentuk pengalaman belajar yang bermakna.
Pengenalan Batik
Pembelajaran diawali dengan pengenalan batik sebagai warisan budaya Indonesia, khususnya batik khas Lamongan. Mahasiswa pembimbing menjelaskan sejarah singkat batik Sendang yang berasal dari Desa Sendang, Kecamatan Paciran, serta berbagai motif khas Lamongan seperti Singo Mengkok, Bandeng Lele, dan Gapuro Tanjung Kodok.
Setiap motif diperkenalkan beserta makna filosofisnya, sehingga siswa dapat memahami bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan sejarah.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membatik menggunakan canting. Siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari mengenal alat dan bahan, menggambar pola sederhana, hingga mencanting lilin pada kain. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk bersabar, teliti, serta mengembangkan kreativitas mereka.
Dinda Ayu Engelli Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk merawat dan mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda, khususnya anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri.
“Kami berharap melalui praktik langsung ini, siswa dapat lebih mengenal batik sebagai identitas budaya bangsa dan merasa bangga terhadap warisan Nusantara,” ujarnya.
Senada dengan itu, Reifaldy Junior Utomo menambahkan bahwa batik dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Menurutnya, pendekatan praktik mampu meningkatkan minat belajar siswa serta membantu mereka memahami budaya secara lebih mendalam.
Kegiatan praktik membatik ini mendapat sambutan positif dari siswa SB Kampung Baru. Mereka terlihat aktif bertanya, bersemangat mencoba mencanting, serta menunjukkan ketertarikan terhadap motif-motif batik khas Lamongan yang diperkenalkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai budaya Indonesia dapat terus lestari dan tertanam sejak dini. Praktik membatik tidak hanya menjadi sarana pembelajaran seni, tetapi juga menjadi bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia di Malaysia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments