
PWMU.CO – Hari terakhir kegiatan Fortasi (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa) di SMK Muhammadiyah 10 Mantup, Lamongan ditutup dengan meriah melalui pelaksanaan pentas seni yang menampilkan kreativitas luar biasa dari seluruh kelompok peserta.
Pentas seni ini menjadi puncak acara sebelum penutupan Fortasi, sekaligus menjadi ajang pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik bagi seluruh siswa, Jumat (18/7/2025).
M Arief Andriansyah penanggung jawab kegiatan pentas seni menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi memiliki nilai pendidikan yang sangat penting.
Menurutnya, pentas seni merupakan bagian dari proses pembelajaran karakter dan pengembangan potensi siswa yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan.
Dalam keterangannya, Arief menekankan bahwa pentas seni memiliki beberapa poin penting sebagai sarana pendidikan, di antaranya:
- Sarana Pengembangan Bakat dan Kreativitas, karena siswa diberikan ruang untuk mengeksplorasi kemampuan mereka dalam seni musik, tari, drama, dan seni visual.
- Meningkatkan Kepercayaan Diri, dengan tampil di panggung, siswa dilatih untuk berani tampil dan mengatasi rasa gugup.
- Pendidikan Karakter, karena dalam proses persiapan mereka belajar tentang tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan menghargai sesama.
- Mendorong Kolaborasi dan Kerja Tim, sebab pertunjukan seni tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kerja sama dalam tim.
- Media Pendidikan Multidisipliner, karena dalam pementasan seni bisa melibatkan unsur bahasa, sejarah, budaya, teknologi, dan lainnya.
- Meningkatkan Apresiasi Budaya, melalui penampilan seni lokal dan nasional, siswa diajak mencintai budaya bangsa.
- Sarana Ekspresi Emosi dan Terapi Sosial, karena seni memberi ruang untuk menyampaikan perasaan secara positif dan membangun.
Pentas seni yang digelar di aula sekolah ini menampilkan berbagai pertunjukan dari setiap kelompok, mulai dari drama pendek, puisi musikal, tari tradisional, musik akustik, hingga teatrikal modern yang penuh semangat dan kekompakan. Antusiasme peserta terlihat jelas dalam setiap penampilan yang dipersembahkan, dan sorakan serta tepuk tangan pun menghiasi setiap akhir pertunjukan.
Acara ini tidak hanya disaksikan oleh peserta Fortasi kelas X, tetapi juga turut dihadiri oleh siswa kelas XI dan XII, serta para guru dan karyawan sekolah. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara berlangsung.
Bu Yeni Oktaviana SPd, selaku Ketua Panitia Fortasi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dari pembelajaran menyenangkan yang patut terus dilestarikan.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga belajar tentang kehidupan, karakter, dan nilai-nilai kerja sama yang dibutuhkan dalam dunia nyata,” ungkapnya.
Sebagai penutup, M. Arief Andriansyah menyimpulkan bahwa pentas seni adalah bagian integral dari pendidikan. “Melalui pentas seni, siswa belajar menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, berkarakter, dan mampu bekerja sama. Oleh karena itu, sekolah perlu mendorong dan memfasilitasi kegiatan seni sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik dan menyenangkan,” tegasnya.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti dan menampilkan karya seni yang begitu kreatif dan kolaboratif, menggambarkan bahwa SMK Muhammadiyah 10 Mantup bukan hanya mengajarkan teori pembelajaran semata, tetapi juga mengajak siswa untuk menjadi pribadi yang kreatif dan mampu bekerja sama.
Penulis M. Arief Andriansyah Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments