Suasana malam di Muhammadiyah Development Training Center (MDTC) Panceng, Gresik, tampak berbeda dari biasanya. Lokasi yang biasanya sunyi mendadak berubah ramai dengan gelaran pentas seni (pensi) pada kegiatan Kemahiran Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwarda Kabupaten Gresik, Kamis malam (15/1/2026).
Di bawah sorotan lampu panggung dan sejuknya udara perbukitan Panceng, sebanyak 1.200 siswa peserta Kemahiran mengikuti malam pentas seni yang ditujukan bagi peserta pengenal jenjang SD/MI/SMP/MTs. Satu per satu qabilah menampilkan bakat terbaik, mulai dari tarian daerah hingga pertunjukan pantomim yang membangkitkan semangat ukhuwah dan kreativitas. Kegiatan Kemahiran sendiri berlangsung pada 15–17 Januari 2026.
Setiap qabilah tampil dengan keunikan masing-masing. Para peserta menunjukkan kepercayaan diri melalui tarian daerah, kreasi yel-yel yang energik, serta berbagai pertunjukan yang telah dilatihkan selama berhari-hari. Beberapa qabilah juga menampilkan atraksi seni bela diri Tapak Suci yang memukau penonton.
Penanggung jawab kegiatan, Ramanda Miftahur Rohim, menyampaikan bahwa pentas seni menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri peserta. Menurut pria yang akrab disapa Mbita ini, melalui pentas seni setiap kader Hizbul Wathan memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan menunjukkan potensi terbaiknya.
“Di panggung ini terlihat bahwa Pandu HW tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga memiliki rasa seni dan budi pekerti yang saling berkaitan. Inilah profil kader Muhammadiyah yang berkemajuan,” tuturnya kepada kontributor PWMU.CO.
Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan performa terbaiknya. Panitia juga telah menyiapkan berbagai penghargaan yang akan diberikan pada upacara penutupan Kemahiran, Sabtu mendatang.
Bagi panitia pelaksana Kwarda HW Gresik, pentas seni merupakan bagian integral dari kurikulum kepanduan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar manajemen penampilan, kerja sama tim dalam menyusun konsep pertunjukan, serta keberanian tampil di depan publik.
Tepuk tangan riuh penonton pecah setiap kali qabilah menyelesaikan penampilannya. Di antaranya penampilan SD Muhammadiyah Driyorejo Gresik yang membawakan kesenian kuda lumping lengkap dengan properti, serta tari Pangiling yang ditampilkan SMP Muhammadiyah 1 Gresik.
Meski udara malam terasa dingin, semangat 1.200 Pandu HW tetap hangat. Mereka tidak hanya berlomba menjadi yang terbaik, tetapi juga saling mengapresiasi karya dari sekolah lain. Pentas seni malam itu menjadi ajang pelepas penat sekaligus pengikat emosional kader HW se-Kabupaten Gresik.






0 Tanggapan
Empty Comments