PWMU.CO – SMK Muhammadiyah 3 Tulangan, Sidoarjo (SMK Milan), sebuah institusi pendidikan kejuruan yang baru berdiri pada tahun ajaran ini, telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membentuk karakter siswanya.
Berbeda dengan sekolah kejuruan pada umumnya, SMK Milan tidak hanya menekankan kurikulum akademis dan keterampilan teknis, tetapi juga mengintegrasikan program pembinaan dakwah dan tahfidz al-Quran.
Keunikan ini menarik perhatian masyarakat setempat, terutama setelah salah satu siswanya kelas X Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV), Ahmad As’ad Fadhiil Imannuddiin, yang akrab disapa Aafi, berhasil mengisi khutbah Jumat di SMP Muhammadiyah 5 Tulangan (SMP Mulia) pada Jumat (1/8/2025).
Hal tersebut bermula dari program rutin sekolah yang mendorong siswa untuk tidak hanya menguasai pelajaran di kelas, tetapi juga membangun kepercayaan diri agar mampu tampil di depan publik menyampaikan nilai-nilai kebaikan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa SMK Milan tidak hanya membimbing siswanya dalam bidang akademis dan keterampilan teknis, tetapi juga secara serius mengembangkan pembinaan dakwah dan penguatan hafalan al-Quran.
Pada Jumat yang penuh berkah itu, suasana di masjid SMP Mulia terasa berbeda. Para siswa dan guru tampak khusyuk menyimak khutbah yang disampaikan oleh Aafi. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, ia membawakan khutbah dengan tema “Takwa.”
“Takwa adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, baik secara lahir maupun batin, serta dilakukan dengan rasa mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, penuh dengan rasa takut kepada-Nya,” jelas Aafi.
Aafi merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan, karena pengalaman belajar di pesantren saat SMP masih dapat dimanfaatkan dan difasilitasi di SMK.
“Selama ini yang saya tahu, SMK hanya fokus pada pembelajaran keterampilan dan akademis. Namun, di SMK Milan ini saya bersama teman-teman lainnya masih diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu dakwah serta belajar al-Quran,” ujar Aafi.
Waka kesiswaan, Amalia Nur Faiza SPdI, mengungkapkan rasa bangganya terhadap kegiatan ini.
“Kami melihat potensi besar dalam diri Aafi maupun seluruh murid kami. Program tahfidz dan dakwah yang kami jalankan tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan beragama, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, serta jiwa kepemimpinan,” jelas Bu Amel, sapaan akrabnya.
Ia berharap lulusan SMK Milan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi agen perubahan positif di masyarakat, khususnya di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Kisah inspiratif ini dengan cepat menyebar dan menuai banyak pujian. Banyak pihak menilai bahwa langkah yang diambil SMK Milan sangat inovatif dan mampu menjawab tantangan zaman. Di tengah arus globalisasi yang cepat, sekolah ini berhasil menciptakan modal pendidikan yang seimbang antara ilmu dunia dan ilmu agama.
Keberhasilan Aafi menjadi bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, siswa di usia muda pun dapat memberikan kontribusi besar bagi lingkungan sekitarnya. Dengan visi yang kuat dan program yang terstruktur, SMK Milan siap mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, terampil, beriman, dan berakhlak mulia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments