Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Meski Buku Panduan Belum Terbit, Bahasa Pesantren Muhammadiyah Harus Sama yaitu Arab dan Inggris

Iklan Landscape Smamda
Meski Buku Panduan Belum Terbit, Bahasa Pesantren Muhammadiyah Harus Sama yaitu Arab dan Inggris
pwmu.co -
Aan/pwmu.co
Workshop Manajemen Pengelolaan Pesantren Muhammadiyah di Aula Mas Mansur, Sabtu (21/7/2018).

PWMU.CO – Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengadakan Workshop Manajemen Pengelolaan Pesantren Muhammadiyah di Aula Mas Mansur, Sabtu (21/7/2018).

Ketua LP2M Ustadz Abdul Basit LC MPdI mengatakan, pengelolaan pesantren Muhammadiyah pihaknya tidak ingin asal alias apa kata saya. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan buku panduan pesantren dan kurikulum versi Muhammadiyah.

“Ketika kita action ke bawah, saya sering ditanya bagaimana manajemen pengelolaan pesantren Muhammadiyah? Saya belum bisa menjawab itu. Bisa saja saat itu saya bilang begini pengelolaannya, tapi itu kan kata saya. Bukan berdasar panduan atau tanpa acuan resmi,” katanya.

Ustadz Basit menyatakan, keterlambatan penyusunan dan pendistribusian pedoman pesantrenMu ini lantaran pihaknya tidak ingin grusa-grusu. “Terlambat tidak apa-apa karena kita ingin betul-betul punya acuan maupun instrumen yang tepat dalam pengelolaan pesantren Muhammadiyah,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, penyusunan buku panduan pengelolaan pesantren Muhammadiyah yang dirancang bersama antara LP2M PP Muhammadiyah dan LP2M PP PWM Jatim sudah mendekati final. “Segera buku panduan pengelolaan dan kurikulum pesantrenMu akan kita distribusikan,” janjinya.

Buku panduan pengelolaan dan kurikulum pesantrenMu diharapkan pesantren Muhammadiyah menjadi semakin maju dan diminati oleh para santri. “Insya Allah. Setelah workshop ini LP2M PWM Jatim akan ke bawah untuk bagaimana mengajak pesantren Muhammadiyah makin berkembang dan diminati calon santri,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia berharap, para pengelola pesantrenMu tidak hanya semarak dalam membangun, tapi tidak bersemangat mengembangkan. “Nantinya, paling tidak kita punya landasan dasar yang sama, yakni minimal semua pesantrenMu bahasanya itu sama, memakai bahasa Arab-Inggris,” tandasnya.

Workshop kali ini disambut antusias oleh ratusan pengelola pesantren Muhammadiyah se Jatim. Baik itu pesantren struktural, kultural, satuan pendididikan, panti pesantren maupun lainnya. (Aan)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu