Memasuki usia setengah abad atau lebih dari 50 tahun, jalinan silaturahmi dan persaudaraan korps yang menamakan diri “Alumni Kompak” tetap terjaga kuat. Semangat untuk berkumpul masih tinggi dengan jargon yang terus digaungkan, “Biar Tua Umurnya, Tetap Semangat Silaturahmi Bersama.”
Komitmen tersebut diwujudkan oleh Alumni Kompak, alumni SMPM 12 Paciran tahun 1990 dan MA Al-Ishlah Sendangagung tahun 1993, melalui kunjungan rombongan ke kediaman salah satu sahabat mereka, H. Hadi Siswanto Masyru’an. Ia kini berdomisili di Desa Tlogowaru, Kecamatan Kerek, Tuban, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).
Sebanyak 36 anggota Alumni Kompak berangkat pukul 13.00 WIB dari Sendangagung, Paciran, Lamongan. Mereka menggunakan dua kendaraan minibus berkapasitas 20 kursi menuju lokasi acara yang berada di samping pabrik semen di wilayah barat Kota Tuban.
Perjalanan yang ditempuh sekitar dua jam terasa menyenangkan. Waktu diisi dengan canda, tawa, dan bernyanyi bersama sepanjang perjalanan. Setiap penumpang membawa aneka kudapan, seperti roti, pisang rebus, lepet jagung, lepet ketan, gapitan, gudir, kerupuk, dan lemper.
“Lho kok sudah sampai Tuban Kota Wali, padahal seperti baru saja naik dan baru beberapa lagu yang saya nyanyikan di mobil ini,” ujar Ali Shodikin, alumnus asal Warulor yang kini berdomisili di Kranji, Paciran.
Sesampainya di Tlogowaru, rombongan disambut langsung oleh Hadi Siswanto bersama istri dan anak-anaknya di depan rumah. Dengan ramah ia mempersilakan tamu masuk. Beragam hidangan telah tersaji rapi di piring sebagai bentuk persiapan menyambut sahabat lama yang telah puluhan tahun tidak berjumpa.
Suasana hangat penuh keakraban langsung terasa. Nostalgia dan kerinduan menyatu, meskipun sebagian sudah sulit dikenali akibat perubahan fisik karena faktor usia, seperti postur tubuh yang berubah, wajah yang mulai berkerut, dan rambut yang memutih.
“Ini siapa ya? Mirip Karomah Semerek yang dulu duduk di bangku paling belakang. Maaf saya pangling karena lama tidak bertemu. Yang berkumis tebal ini Sulton, raja pengocok perut, wajahnya masih awet muda,” sapa Hadi sambil menyalami tamu satu per satu.
Reuni Alumni Kompak semakin istimewa dengan kehadiran Mudzakir Abdullah Harun, sahabat lama yang kini bekerja di Jeddah, Arab Saudi. Ia hadir bersama dua anaknya dan membawa oleh-oleh dari Tanah Suci. Kehadirannya menambah kebahagiaan rombongan yang dipimpin Gondo Waloyo dan Nur Hidayah.
Setelah berbincang dan menunaikan shalat Asar saat azan berkumandang dan senja mulai tampak di barat, rombongan bermaksud pamit. Namun, tuan rumah menahan mereka dan membagikan oleh-oleh berupa jajanan, sarung, serta mukena. Selanjutnya, para tamu diarahkan menuju rumah makan “Gobyos” yang tidak jauh dari kediamannya.
Acara tersebut tampak telah dipersiapkan dengan baik oleh Hadi Masyru’an. Pria berdarah Sendangagung ini telah memesan aneka makanan dan minuman di rumah makan “Gobyos” yang berkonsep gazebo di tengah persawahan yang asri.
Menu yang disajikan beragam, antara lain gurame bakar, ayam goreng, ayam bakar, rica-rica belut, becek mentok, dan lainnya. Suasana makan bersama di tengah hamparan sawah hijau dengan latar pabrik semen yang menjulang tinggi semakin menambah kesan kebersamaan.
“Alhamdulillah sukses acara kumpul-kumpul di Kerek. Semoga bisa diulang kembali di waktu dan tempat lain. Matur suwun Hadi Siswanto, saatnya pulang dan mampir belanja di Tuban,” ujar Indahnur, bendahara paguyuban Alumni Kompak.
Usai santap bersama dan berfoto dengan latar persawahan yang luas, rombongan pamit pulang. Doa pun terucap agar seluruh anggota diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga silaturahmi dalam korps Alumni Kompak tetap terjalin.






0 Tanggapan
Empty Comments