
PWMU.CO – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengajak warga Muhammadiyah mewujudkan Pasuruan sebagai Kota Madinah. Hal tersebut ia sampaikan dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid Darul Arqam Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan, Ahad (20/7/25).
Politikus Partai Golkar tersebut menyampaikan bahwa kemajuan Kota Pasuruan bisa terwujud bila melibatkan pihak lain, salah satunya dengan melibatkan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah. “Kemajuan Kota Pasuruan tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Mas Adi, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kemajuan Kota Pasuruan yang dimaksud meliputi empat hal: infrastruktur, pendidikan, sosial, dan keamanan.
Soal keamanan, Mas Adi menyinggung tentang kesalehan pribadi yang berdampak pada kesalehan sosial. Pasuruan sebagai kota santri, ungkapnya, banyak menyelenggarakan acara-acara keagamaan. Namun sayangnya, hal tersebut belum berdampak pada kesalehan sosial.
Ia berkata bahwa angka kriminalitas di Kota Pasuruan masih relatif tinggi. Terutama, menurutnya, adalah penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. “70 persen penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) saat ini adalah pengedar dan pemakai narkoba. Dan 509 orang terjangkit HIV/AIDS,” ucapnya.
Fenomena ini, menurutnya, adalah paradoks dalam kehidupan masyarakat, di mana kehidupan keberagamaan yang semarak tidak berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas.
Untuk itu, Mas Adi mengajak para kepala keluarga yang hadir pada Pengajian Ahad Pagi tersebut untuk saling menjaga anggota keluarganya dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
Selain itu, ia menyoroti kebersihan lingkungan sekitar, terutama, menurutnya, adalah kebersihan sungai. “Kebersihan sungai di Pasuruan sangat memprihatinkan. Banyak warga yang buang sampah—terutama pampers—ke sungai,” keluhnya.
Mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, lanjut Mas Adi, bisa dilakukan dengan mengubah mindset masyarakat lewat pendidikan dan dakwah yang efektif. “Dakwah bukan saja dengan lisan, tapi dengan perbuatan (hal),” tandasnya.
Penulis Dadang Prabowo Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments