
PWMU.CO – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Banyuwangi menggelar Pelatihan Deep Learning secara daring, Sabtu (24/05/2025). Pukul 13.00 Wib pelatihan dimulai. Diikuti oleh guru PAI SMK se-Banyuwangi. Dibuka oleh Ketua MGMP PAI, Ach Subrawi MPdI. Dalam pelatihan ini mendatangkan narasumber, Dr Fathi Hidayah.
Di awal paparannya, Fathi menjelaskan bahwa deep learning ini merupakan kebijakan baru yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Prof Abdul Mu’ti yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Deep learning bukanlah kurikulum baru, tapi pendekatan belajar,” kata Fathi Hidayah menirukan ucapan Mendikdasmen sambil menampilkan slide pptnya.
Deep Learning
Menurutnya istilah deep learning memang baru, namun subtansinya banyak kesamaan yang pernah diterapkan dalam strategi dan pendekatan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya.
“Hakikatnya pada kurikulum itu, baik KTSP, K13, hingga kurikulum Merdeka pun tujuannya adalah sama,” ujarnya.
Menurutnya ada beberapa alasan yang mendasari sehingga kurikulum itu berubah. Di antaranya, agar pembelajaran relevan dengan perkembangan zaman, agar sesuai dengan kebutuhan siswa, dan agar dapat menyiapkan generasi masa depan yang visioner.
“Hanya memang terdapat beberapa tambahan dari pendekatan deep learning ini jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran yang sebelumnya, seperti kesehatan,” tambahnya.
Pendekatan deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaning full), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), serta olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
Selanjutnya Fathi menjelaskan 3 prinsip pembelajaran dalam pendekatan deep learning ini, antara lain:
- Berkesadaran, pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri.
- Bermakna, peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata.
- Menggembirakan, pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments