Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Sholat Ghaib dan Penggalangan Donasi untuk Korban Bencana Sumatra

Iklan Landscape Smamda
MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Sholat Ghaib dan Penggalangan Donasi untuk Korban Bencana Sumatra
MI Muhammadiyah 25 Surabaya Gelar Sholat Ghaib dan Penggalangan Donasi untuk Korban Bencana Sumatra. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Akhir 2025, Indonesia kembali diuji oleh rangkaian bencana alam yang datang silih berganti. Banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra menjadi pengingat nyata bahwa bencana bukan sekadar berita musiman, melainkan tanda agar manusia kembali pada fitrah: hidup selaras dengan bumi dan menjaga lingkungan sebagai amanah Ilahi.

Di tengah suasana keprihatinan nasional ini, MI Muhammadiyah 25 Surabaya menggelar Sholat Ghaib dan aksi penggalangan donasi sebagai wujud empati terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (10/12/2025) ini melibatkan seluruh warga madrasah—mulai dari siswa kelas 1 hingga 6, para ustadz-ustadzah, serta karyawan.

Sholat ghaib dimulai pukul 07.30 WIB, dipimpin langsung oleh Ustadz Ferry Rismawan. Sebelumnya, para wali kelas telah mengimbau siswa untuk berwudhu dari rumah dan membawa donasi secara tertib.

Usai sholat, petugas IPMJ mengedarkan kotak donasi di mushola untuk memberi kesempatan seluruh siswa berpartisipasi.

Para siswa bergiliran memasukkan donasi ke dalam kotak yang telah disediakan, didampingi oleh Tim Ismuba—Ustadzah Marlik—serta pendamping IPMJ, Ustadzah Istianah. Sebagai bentuk pembelajaran tentang amanah, enam siswa IPMJ ditugaskan untuk mengambil dan mencatat donasi akhir.

Dari pihak ustadz dan karyawan, Ustadz Imam, Ustadz Alip, Ustadz Afaq, Ustadz Udin, Ustadz Achmad, Pak Wandi, Pak Maulana, dan Mas Roni turut membantu menyiapkan karpet untuk pelaksanaan sholat serta dua meja sebagai tempat pengumpulan donasi. Sementara itu, bagi peserta tadabbur alam, pengumpulan donasi dilakukan lebih awal oleh Ustadzah Islacha.

Kegiatan sholat ghaib ini bukan sekadar bentuk solidaritas sesaat, melainkan bagian dari implementasi Kurikulum Cinta—khususnya cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, ilmu, dan bangsa. Bencana yang melanda berbagai daerah menjadi ajakan untuk bermuhasabah, menata kembali hubungan manusia dengan alam, dan memperkuat rasa kepedulian sosial sejak dini.

Di MI Muhammadiyah 25, aksi solidaritas ini menjadi sarana pendidikan moral yang nyata: cinta lingkungan, cinta sesama, cinta bangsa, dan cinta Tuhan. Pendidikan tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga dalam praktik nyata, dalam empati ketika bencana datang, dalam kebiasaan menjaga lingkungan, dan dalam tindakan kecil menolong sesama.

Bencana yang terus berulang ibarat “surat terbuka” dari Tuhan dan alam, mengajak manusia berhenti merusak dan kembali memperbaiki. Bila generasi dididik dengan nilai cinta dan kepedulian sejak dini, maka mereka bukan hanya menjadi penghafal ilmu, tetapi penyangga kehidupan.

Melalui kebersamaan dan keikhlasan seluruh warga madrasah, Alhamdulillah, donasi yang terkumpul mencapai Rp 12.052.200. Dana tersebut akan disalurkan melalui LAZISMU Surabaya. MI Muhammadiyah 25 berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sekaligus teladan dalam menumbuhkan empati, kepedulian, dan ukhuwah islamiyah di lingkungan sekolah.

Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini membawa manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan dan menguatkan semangat kita menjaga bumi serta kemanusiaan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu