Ikhtiar membumikan Al-Qur’an dan meneguhkan semangat dakwah sejak usia madrasah kembali berbuah manis.
MI Muhammadiyah 25 Surabaya menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Gema Ramadhan 1447 H/2026 M Tingkat Nasional.
Ajang ini terselenggara oleh KKG–MGMP PAI–Bahasa Arab Jawa Timur bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Bersaing dengan Ratusan Peserta
Kompetisi berlangsung ketat dan kompetitif. Pada tahap penyisihan dan penilaian daring, cabang lomba Tahfidz jenjang MI terhadiri oleh 120 peserta.
Sedangkan cabang lomba Da’i jenjang MI teramaikan oleh 150 peserta dari berbagai madrasah. Dari total peserta tersebut, panitia menetapkan 10 besar finalis terbaik di masing-masing cabang untuk melaju ke babak final.
Alhamdulillah, dua siswi MI Muhammadiyah 25 Surabaya berhasil menembus 10 besar finalis. Mereka adalah Aisyah Alikha Putri pada cabang Tahfidz dan Zahirah Khairunnisa As Sakhi pada cabang Da’i.
Babak final terlaksana pada Kamis (12/02/2026) mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat Ramadhan, para finalis menampilkan kemampuan terbaiknya—lantunan ayat suci yang tartil dan dakwah yang komunikatif serta menyentuh.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berhasil meraih Juara Harapan 2 Cabang Lomba Da’i dan Juara Harapan 3 Cabang Lomba Tahfidz.
Prestasi ini menjadi bukti kesungguhan pembinaan karakter Qur’ani dan kemampuan public speaking yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah.
Apresiasi Kepala Madrasah
Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ferry Rismawan MPdI menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras siswa, pendampingan guru, serta dukungan penuh orang tua.
“Prestasi ini adalah hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mencintai Al-Qur’an dan berani berdakwah dengan akhlak mulia” ujarnya.
Rasa haru dan bangga juga tersampaikan orang tua dari Zahirah Khairunnisa As Sakhi. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari doa, latihan, dan bimbingan yang konsisten dari madrasah.
“Kami bersyukur atas kesempatan dan pengalaman berharga ini. Terima kasih kepada para guru yang telah membimbing ananda dengan sabar dan penuh perhatian. Semoga Zahira semakin percaya diri dalam berdakwah dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik” tuturnya.
Sementara itu, dalam arahan sekaligus penutup kegiatan, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr Sugiyo MPd, menyampaikan bahwa seluruh peserta sejatinya adalah juara.
Menurutnya, ilmu bukan sekadar untuk perlombaan, melainkan bekal kehidupan. “Semua putra-putri kita adalah yang terbaik. Barang siapa yang mencari ilmu, maka Allah akan mengangkat derajatnya” pesannya memberi penguatan.
Prestasi ini menjadi energi baru bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk terus menumbuhkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkemajuan. Generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan dakwah sebagai jalan menebar kebaikan.






0 Tanggapan
Empty Comments