MI Muhammadiyah 8 Kandangsemangkon, Kabupaten Lamongan meraih tiga juara di ajang lomba gerak jalan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI yang digelar oleh pemerintah Desa Kandangsemangkon pada Senin (18/8/2025).
Perlombaan dimulai dari Jalan Makam Keling Dusun Dengok dan berakhir di Jalan Timur Dusun Kandang, Desa Kandangsemangkon, Kabupaten Lamongan.
Dalam lomba ini, MIM 8 Kandangsemangkon mengirimkan enam regu gerak jalan yang terdiri dari siswa kelas 6, kelas 5, kelas 4, dan kelas 3.
Berkat semangat juang yang tinggi dan rasa tanggung jawab yang luar biasa, tim MIM 8 Kandangsemangkon berhasil menorehkan tiga prestasi yang membanggakan. Adapun hasil yang diraih adalah sebagai berikut:
- Juara 1 Regu Putra
Nomor peserta: 18
Total nilai: 154 - Juara 1 Regu Putri
Nomor peserta: 09
Total nilai: 164 - Juara 3 Regu Putri
Nomor peserta: 17
Total nilai: 147
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa, seperti disiplin, kerja sama, dan cinta tanah air.
Kemenangan yang diraih bukan hanya tentang piala, melainkan juga menjadi momen pembelajaran, kebersamaan, dan penguatan karakter.
Prestasi ini menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, berlatih, dan berkembang. Tak heran, siswa-siswi MIM 8 Kandangsemangkon merasa bangga dan gembira atas kemenangan tersebut.
“Hari ini kami berdiri sebagai juara, sekaligus menjadi saksi dari proses panjang yang penuh peluh, semangat, dan kebersamaan. Kemenangan ini bukan sekadar piala yang kami genggam, melainkan bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan doa tidak pernah sia-sia,” ujar salah satu siswa MIM 8 Kandangsemangkon yang turut serta dalam lomba.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah atas kekuatan yang diberikan, terima kasih kepada guru-guru yang dengan sabar membimbing, serta orang tua yang tak henti mendoakan.
“Setiap langkah yang kami ayunkan dalam barisan bukan hanya gerakan fisik, melainkan simbol tekad, kekompakan, dan cinta tanah air,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa perjuangan ini dimulai dari pagi-pagi yang dingin, latihan yang melelahkan, koreksi yang berulang, hingga semangat yang kadang nyaris padam. Namun, dari semua itu, ia belajar bahwa kemenangan bukan milik mereka yang paling kuat, melainkan milik mereka yang tidak pernah berhenti melangkah.
Menurutnya, makna dari kemenangan ini tidak sekadar soal menjadi juara, tetapi lebih pada nilai-nilai yang didapat selama prosesnya, di antaranya yakni disiplin dalam setiap gerakan yang harus tepat dan seragam, serta kerja sama yang kuat, karena satu kesalahan bisa memengaruhi seluruh barisan.
Selain itu juga keikhlasan dalam berlatih, bukan demi pujian, melainkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, serta rasa syukur yang mendalam, karena tanpa izin-Nya, tak ada hasil yang bisa diraih.
Diharapkan kemenangan ini menjadi awal dari perjalanan panjang dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments