Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad 40 Tahun Al Mizan, Gelar Kajian dan Santunan Dhuafa serta Yatim Piatu

Iklan Landscape Smamda
Milad 40 Tahun Al Mizan, Gelar Kajian dan Santunan Dhuafa serta Yatim Piatu
Santunan dhuafa dan yatim piatu. (Rian/PWMU.CO)
pwmu.co -

Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan memperingati Milad ke-40 tahun dengan menggelar Kajian Islam dan Santunan Dhuafa serta Yatim Piatu, Sabtu (13/9/2025) siang di Masjid Al Ghoihab Al Mizan Putra.

Acara ini menghadirkan narasumber istimewa, Sutrisno SEI MSI PhD, Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang juga alumni Al Mizan tahun 2002. Hadir pula sesepuh, Badan Pengurus Harian (BPH), Mudir beserta jajarannya, dan keluarga besar Al Mizan.

Dalam pemaparannya, Sutrisno membagikan pengalaman pribadi yang penuh motivasi. Ia mengenang masa awal masuk Al Mizan, yang tidak mudah karena kebijakan panti kala itu hanya menerima anak lulusan SD.

“Saya bersyukur Allah membukakan hati para ustadz sehingga saya tetap diterima di sini, meski dengan syarat ikut membantu kegiatan panti. Dari situlah saya belajar bahwa perjuangan menuntut ilmu harus sungguh-sungguh,” kenangnya.

Motivasi dari para kiai dan ustadz di Al Mizan menjadi bekal berharga hingga akhirnya ia menempuh pendidikan tinggi, bahkan menyelesaikan doktoralnya. “Kalau kita bersungguh-sungguh, Allah pasti menunjukkan jalan. Itu yang saya alami,” ujarnya penuh haru.

Sutrisno saat menyampaikan materi kajian. (Rian/PWMU.CO)

Tiga Pesan Milad: Syukur, Peduli, Menginspirasi

Momentum 40 tahun berdirinya Al Mizan tak sekadar perayaan, melainkan refleksi dakwah dan pengabdian.

Sutrisno menjelaskan tiga nilai yang diusung dalam Milad ke 40 Tahun Al Mizan ini: syukur, peduli, dan menginspirasi.

Satu, Syukur: Kekuatan Spiritualitas

Syukur bukan sekadar ucapan, melainkan amal nyata. Donatur menunjukkan syukur melalui zakat, infak, dan sedekah. Pengelola mensyukuri amanah dengan mengelola dana secara transparan, akuntabel, dan penuh integritas. Sementara para pendidik mensyukuri peran mereka dengan mengajar ikhlas, meningkatkan kompetensi, serta menjadi teladan akhlak.

Firman Allah menegaskan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.” (Qs Ibrahim: 7).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dua, Peduli: Wujud Nyata Keimanan

Peduli bukan hanya karena rasa kasihan, tapi buah dari keimanan. Rasulullah Saw bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim).

Donatur peduli dengan berbagi harta. Pengelola peduli dengan menyalurkan amanah tepat sasaran. Pendidik peduli dengan mendampingi murid, tidak hanya di kelas, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Tiga, Menginspirasi: Teladan yang Hidup. Empat dekade perjalanan Al Mizan telah melahirkan banyak alumni yang sukses dan menginspirasi, salah satunya Sutrisno. Dari panti sederhana di Lamongan, ia kini menjadi akademisi nasional.

“Kisah ini membuktikan bahwa kepedulian dan pendidikan yang tulus mampu mengubah masa depan anak-anak bangsa,” ujar Sutrisno.

Refleksi Empat Dekade

Sejak berdiri pada 17 Agustus 1985, Al Mizan terus berkomitmen melayani anak-anak yatim dan dhuafa. Kini di usia 40 tahun—usia yang matang dalam hitungan kehidupan—Al Mizan semakin meneguhkan diri untuk berkhidmat dalam dakwah, pendidikan, dan pengabdian sosial.

“Bersyukur atas perjalanan panjang, peduli kepada sesama, dan terus menginspirasi adalah amanat besar bagi kita semua,” demikian pesan yang mengemuka dalam Milad Al Mizan ke-40. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu