Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar, menyampaikan empat poin penting dalam pidatonya di peringatan Milad ke-107 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah yang berlangsung di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (7/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Syamsul menegaskan bahwa Mu’allimin sebagai lembaga kaderisasi strategis Muhammadiyah harus mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan, utamanya dalam merespons dan mendidik calon-calon generasi emas Indonesia 2045.
Syamsul menyebut, tantangan pertama yang perlu dihadapi adalah tentang kesiapan dalam membentuk generasi emas 2045. Menurutnya, lembaga pendidikan akan selalu dituntut melakukan kajian dan pembaruan futuristik agar kebijakan dan kebijaksanaan dalam pendidikan dapat menjadi jawaban nyata bagi tuntutan zaman di masa depan.
“Ini sangat relevan dengan tugas Mu’allimin sebagai penyelenggara pendidikan yang berusia lebih dari 100 tahun. Sebagai lembaga yang matang, maka tuntutan untuk melakukan kajian futuristik perlu dilakukan sehingga kebijakan pendidikan yang dihasilkan dapat menjawab tantangan khususnya untuk generasi emas 2045,” tegas Syamsul.
Kedua, tantangan yang tak kalah penting menurut Syamsul adalah di sektor ekonomi. Ia mengaskan bahwa pendidikan tidak dapat berkembang dengan baik tanpa adanya kekuatan ekonomi yang kokoh.
Merujuk pada Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu tahun 2019, Syamsul menceritakan bahwa pada saat itu telah dicanangkan satu pilar tambahan di Muhammadiyah yaitu pilar ekonomi.
Namun, keputusannya pada saat itu masih terbilang maju mundur karena ada yang berpendapat Muhammadiyah masih belum optimal dalam menyelenggarakan pilar yang ada selama ini yaitu pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Maka Syamsul menilai pemikiran tersebut kurang prospektif, ia menyebut Indonesia adalah negara yang begitu kaya, maka dari itu tantangan ketiga yang perlu diselesaikan adalah tentang bagaimana negara ini dapat membangun sektor ekonomi dengan disertai oleh pembinaan sumber daya yang terkualifikasi (qualified).
“Semestinya bangsa kita ini sudah menjadi bangsa yang makmur, tapi kita masih punya kelemahan di sumber daya yang kurang qualified sehingga kekayaan alam yang melimpah belum dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang makmur. Inilah yang menjadi tantangan ke depan mualimin, bagaimana menyiapkan sumber daya yang memiliki kualifikasi,” Jelas Syamsul.
Lebih jauh, khusus untuk Muhammadiyah secara keseluruhan, Syamsul menyebut bahwa tantangan kedepan adalah bagaimana Muhammadiyah termasuk juga Mu’allimin dapat menyiapkan kader-kader ulama unggulan.
Ini menjadi penting, karena untuk menjadi seorang pemimpin dan membangun peradaban Islam melalui Muhammadiyah memerlukan keilmuan dan berbagai kolaborasi yang luas.
“Menjadi pemimpin di Muhammadiyah itu perlu kolaborasi antara para ulama, dan para intelektual. Tentu itu sangat kita perlukan untuk pembangunan Muhammadiyah di masa depan dan Mu’allimin sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan Muhammadiyah, diharapkan dapat terus memainkan peran sentral dalam proses pembinaan kader ulama,” ungkapnya.
Terakhir, Syamsul turut menyoroni tantangan besar yang akan dihadapi dunia pendidikan dan dakwah Islam kedepan, yakni tentang munculnya fenomena materialisme ilmiah (Scientific Materialism) dimana pandangan ini menyebut bahwa orang tidak lagi percaya kepada hal-hal yang spiritual dan hanya percaya kepada hal-hal yang nyata.
Maka dengan penjelasan itu, Syamsul menyebut bahwa Muhammadiyah harus terus serius dalam mempersiapkan tenaga pendidik dan peneliti yang mampu merespon danya tantangan dan fenomena di atas.
“Muhammadiyah, termasuk Mu’allimin dan Mu’allimaat, harus mempersiapkan para pengajar yang kelak akan berhadapan dengan fenomena scientific materialism. Inilah tantangan dakwah kita ke depan, bagaimana kita dapat siap melakukan riset-riset dalam menghadapi hal seperti itu,” pungkasnya.
Dengan peran historis dan strategis sebagai lembaga pencetak kader unggulan persyarikatan. Mu’allimin diyakini dapat terus berinovasi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menjalankan riset-riset visioner untuk menjawab tantangan masa depan.
Peringatan Milad ke-107 ini menjadi momentum bagi Mu’allimin untuk memperteguh komitmen sebagai pusat pendidikan unggulan yang melahirkan kader-kader berintegritas, berwawasan luas, dan siap membawa perubahan progresif bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments