Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad Ke-108 Aisyiyah: Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qoryah Thoyyibah

Iklan Landscape Smamda
Milad Ke-108 Aisyiyah: Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qoryah Thoyyibah
pwmu.co -
Fathurrahim Syuhadi

PWMU.CO – Dengan mengusung tema besar “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qoryah Thoyyibah”, Milad ke-108 Aisyiyah menjadi momentum strategis. Meneguhkan peran perempuan dalam membangun masyarakat yang mandiri, berdaya, dan berkeadaban.

Sejak didirikan pada tahun 1917 oleh Nyai Ahmad Dahlan, Aisyiyah telah menjadi pelopor gerakan perempuan Islam yang progresif. Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan peran perempuan dalam ruang publik kala itu, Aisyiyah hadir membawa semangat pembebasan dan pencerahan.

Dari pengajian ibu-ibu, pendidikan anak, hingga layanan sosial dan kesehatan, Aisyiyah senantiasa hadir di garda terdepan.

Kini, lebih dari seabad kemudian, Aisyiyah telah tumbuh menjadi organisasi perempuan yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, bahkan hingga mancanegara. Ribuan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) seperti TK ABA, klinik, panti asuhan, sekolah, dan Perguruan Tinggi menjadi bukti nyata kontribusi Aisyiyah dalam membangun bangsa.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Aisyiyah tidak berhenti. Terutama dalam isu-isu global seperti krisis pangan, kerusakan lingkungan, dan kemiskinan struktural. Aisyiyah hadir dengan pendekatan yang lebih substantif dan kontekstual yakni Gerakan Qoryah Thoyyibah.

Qoryah Thoyyibah : Membangun Desa yang Berdaya

Qoryah Thoyyibah atau desa yang baik dan ideal, merupakan konsep pembangunan berbasis masyarakat yang digagas Aisyiyah sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pemberdayaan komunitas. Berakar dari nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip keberlanjutan, gerakan ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang beriman, berilmu, berdaya ekonomi, dan peduli lingkungan.

Melalui program Qoryah Thoyyibah, Aisyiyah membina masyarakat desa secara partisipatif dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan hidup, dan spiritualitas. Yang menarik, seluruh proses digerakkan oleh kader-kader perempuan yang menjadi motor penggerak perubahan di akar rumput.

Qoryah Thoyyibah bukan hanya konsep utopis, tetapi sudah diwujudkan di banyak titik wilayah di Indonesia. Di Yogyakarta, misalnya, program ini telah mendorong peningkatan gizi keluarga melalui budidaya sayur dan ternak. Di Lombok, Qoryah Thoyyibah menjadi gerakan pemulihan pascabencana yang menekankan pada kemandirian ekonomi dan penguatan nilai-nilai sosial. Di Kalimantan, gerakan ini menjadi instrumen dakwah ekologis yang merangkul kearifan lokal.

Mengapa Aisyiyah memilih isu ketahanan pangan sebagai fokus Milad ke-108 ? Jawabannya terletak pada urgensi dan relevansi masalah tersebut dalam kehidupan masyarakat hari ini. Krisis pangan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang kita hadapi bersama saat ini.

Data dari FAO (2024) menunjukkan bahwa lebih dari 800 juta orang di dunia mengalami kelaparan kronis, dan Indonesia sendiri masih bergelut dengan isu stunting, akses pangan sehat, serta ketergantungan pada impor bahan pangan. Krisis iklim dan ketidakstabilan geopolitik juga memperparah kondisi tersebut.

Dalam konteks ini, Aisyiyah dengan pendekatan Qoryah Thoyyibah memberikan solusi lokal atas masalah global. Ketahanan pangan bukan sekadar urusan pemerintah atau korporasi besar, tetapi bisa dibangun dari rumah, dari dapur keluarga, dari pekarangan rumah, dan dari komunitas terkecil sekalipun.

Program seperti urban farming, pemanfaatan lahan pekarangan, pelatihan keterampilan mengolah bahan pangan lokal, penguatan koperasi perempuan, serta edukasi gizi keluarga, menjadi bentuk konkret kontribusi Aisyiyah. Gerakan “Keluarga Mandiri Pangan” yang digagas Aisyiyah telah menginspirasi ribuan rumah tangga untuk menanam sayur, beternak ayam, hingga memproduksi pangan olahan sehat secara mandiri.

Perempuan sebagai Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Peran perempuan dalam urusan pangan tak bisa diabaikan. Di sebagian besar rumah tangga Indonesia, perempuanlah yang menentukan menu keluarga, mengatur anggaran belanja, dan merawat kebun kecil di pekarangan rumah. Dalam gerakan Aisyiyah, peran ini dimaknai lebih luas sebagai bentuk kepemimpinan kultural perempuan dalam membangun ketahanan pangan keluarga dan komunitas.

Aisyiyah mendorong penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan komunitas. Di banyak tempat, majelis ekonomi dan majelis lingkungan hidup Aisyiyah berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan berbasis pangan lokal, pembuatan pupuk organik, serta konservasi air dan tanah.

Yang lebih penting, semua itu tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk memperkuat kemandirian, kedaulatan, dan keadilan dalam sistem pangan. Aisyiyah ingin memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga pengambil keputusan dalam rantai pasok pangan di komunitasnya.

Milad ke-108 ini bukan hanya ajang refleksi, tetapi juga momentum untuk melangkah lebih jauh. Aisyiyah ingin memperluas dampak gerakan Qoryah Thoyyibah dan ketahanan pangan ke lebih banyak wilayah, menjangkau kelompok marjinal, dan membangun jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak : pemerintah, akademisi, LSM, dan masyarakat sipil.

Milad ke-108 Aisyiyah adalah pengingat bahwa kekuatan sejati terletak pada akar rumput, pada gerakan kecil yang konsisten, pada tangan-tangan ibu rumah tangga, guru TK ABA, relawan kesehatan, dan kader lingkungan yang tak pernah lelah menyemai harapan. Ketahanan pangan berbasis Qoryah Thoyyibah bukan hanya program, melainkan jalan hidup, strategi dakwah, dan bentuk cinta pada bumi serta sesama manusia.

Ketika perempuan diberdayakan, desa menjadi tangguh. Ketika keluarga mandiri pangan, masyarakat menjadi kuat. Dan ketika Aisyiyah terus bergerak, Indonesia akan terus maju.

Selamat Milad ke 108, Aisyiyah Menyemai Harapan, Menebar Kebaikan dan Mencerahkan. (*)

Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu