Acara puncak Milad ke-11 SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) digelar di Cordoba Convention Hall lantai 4, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. Khazin, M.Si. sebagai keynote speaker.
Dalam sambutannya, Prof. Khazin menyampaikan bahwa meskipun Smamio baru berusia sebelas tahun yang ia analogikan setara dengan usia anak kelas V sekolah dasar. Namun sekolah ini telah menunjukkan lompatan capaian yang signifikan, baik dari sisi prestasi maupun inovasi. Ia juga mengapresiasi peresmian Gedung Research Center dan Student Center yang menjadi “kado istimewa” pada milad tahun ini.
Guru Besar Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut berpesan agar Smamio terus melakukan growth, change, and reform. Menurutnya, dalam kondisi tertentu dunia pendidikan perlu berani melakukan revolusi dalam pengelolaan amal usaha pendidikan agar tetap relevan dan kompetitif.
Mengusung tema Green Growth, Bright Future, Prof. Khazin menyampaikan sejumlah pesan penting kepada siswa, guru, dan seluruh tamu undangan terkait bekal hidup di abad ke-21.
Pertama, pentingnya memperkuat karakter, baik karakter moral maupun karakter kinerja. Ia menegaskan bahwa memiliki sikap sopan santun, integritas, dan kejujuran saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan etos kerja yang baik.
“Orang yang sopan santun tetapi malas, maka tidak ada gunanya,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan seseorang yang jujur dalam mengelola amanah keuangan, namun tidak memiliki kemampuan mengembangkan potensi sehingga menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, karakter moral harus berjalan seiring dengan karakter kinerja.
Kedua, siswa perlu mengembangkan soft skills sebagai kecakapan hidup yang tidak selalu tampak secara kasat mata. Selain itu, Prof. Khazin menekankan pentingnya penguasaan matematika sebagai fondasi berbagai disiplin ilmu di jenjang pendidikan lanjut. Ia mendorong siswa untuk selalu berpikir maju dan memiliki usaha yang sungguh-sungguh.
“Harus ada upaya terus-menerus untuk berkembang dan tidak mudah puas dengan keadaan yang ada,” pesannya kepada sekitar 300 peserta yang hadir.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah harus terus meningkatkan kinerja secara seimbang antara hard skills dan soft skills agar mampu tumbuh dan memiliki daya saing di masa depan.
Ketiga, siswa masa kini perlu membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal kemandirian global. Selain menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar, siswa dianjurkan mempelajari bahasa asing sesuai dengan tujuan studi lanjut, seperti bahasa Mandarin untuk ke Cina, atau bahasa Jerman, Inggris, dan bahasa lainnya untuk negara tujuan pendidikan yang berbeda.
Di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi, Prof Khazin menekankan bahwa penguatan kompetensi di bidang tersebut menjadi keharusan. Dengan diresmikannya Gedung Research Center dan Student Center, Smamio dinilai telah berada di jalur yang tepat sebagai lembaga pendidikan yang mewadahi lahirnya generasi maju, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments