Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Milad ke-23, Lazismu Meneguhkan Gerakan Filantropi Memberi untuk Negeri

Iklan Landscape Smamda
Milad ke-23, Lazismu Meneguhkan Gerakan Filantropi Memberi untuk Negeri
pwmu.co -
Fathurrahim Syuhadi

PWMU.CO – Lazismu merupakan bagian dari wajah baru filantropi Islam. Ia tidak hanya hadir sebagai “penyalur” sedekah, tetapi sebagai arsitek kesejahteraan sosial berbasis keadilan dan pemberdayaan.

Selama dua dekade lebih, Lazismu telah menyalurkan triliunan rupiah dana zakat, infak, dan sedekah ke berbagai sektor. Yang menarik, pendekatan Lazismu tidak lagi bersifat karitatif semata, melainkan mengarah pada penguatan kapasitas mustahik agar berdaya dan mandiri.

Lebih dari dua dekade, Lazismu tidak hanya menjadi pengelola dana zakat, infaq, dan sedekah, tetapi juga pionir dalam penguatan ekosistem pemberdayaan umat berbasis data, sistem, dan jaringan.

Tanggal 4 Juli 2025 menandai usia ke-23 berdirinya Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu). Sejak diresmikan pada tahun 2002, Lazismu telah menjadi pilar penting dalam gerakan filantropi Islam modern di Indonesia.

Di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, Lazismu hadir dengan semangat memberi untuk negeri, memadukan nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan keberpihakan terhadap kaum mustadh’afin.

Semangat “Memberi untuk Negeri” yang diusung Lazismu telah menjelma menjadi gerakan kolektif berbasis keikhlasan umat dalam menjawab tantangan zaman.

Dalam usia 23 tahun ini, Lazismu telah menunjukkan kiprah yang luar biasa di berbagai bidang, mulai dari penanggulangan bencana, penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, hingga advokasi kemanusiaan.

Milad ke-23 ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus proyeksi ke depan. Di satu sisi, kita patut bersyukur atas capaian Lazismu yang mampu tumbuh sebagai lembaga filantropi Islam terpercaya dan akuntabel.

Di sisi lain, masih banyak pekerjaan rumah yang menanti, terutama dalam memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas program, serta memperkuat sistem pengelolaan dana umat yang transparan dan berdampak.

Capaian Lazismu tak lepas dari komitmen amil dan relawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka hadir di tengah masyarakat dengan semangat dakwah sosial, melayani tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, suku, dan golongan.

Dalam banyak kasus, Lazismu bahkan menjadi garda terdepan dalam merespons situasi darurat dan bencana, seperti saat pandemi Covid-19, bencana alam, hingga konflik kemanusiaan.

Salah satu kekuatan utama Lazismu adalah jejaringnya yang luas, mulai dari pusat, wilayah, daerah, hingga cabang dan ranting. Ini menjadikan Lazismu mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Di sisi lain, sinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik sekolah, rumah sakit, maupun perguruan tinggi, menjadi kekuatan strategis dalam menyalurkan program-program pemberdayaan dan pendampingan.

Ke depan, Lazismu perlu memperkuat peran transformasionalnya dalam menjawab tantangan zaman, termasuk krisis kemanusiaan global, digitalisasi, dan ketimpangan sosial-ekonomi yang kian kompleks.

Pemanfaatan teknologi digital, penguatan riset sosial, dan pendekatan berbasis data harus menjadi prioritas dalam strategi pengembangan.

Di momen milad ini, mari kita doakan agar Lazismu terus istiqamah menjalankan amanah umat. Semoga di usia ke-23 tahun ini, Lazismu makin solid, profesional, dan amanah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah.

Lebih dari itu, semoga Lazismu dapat terus menjadi inspirasi gerakan filantropi Islam yang mencerahkan dan memberdayakan, sebagai manifestasi nyata dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selamat Milad ke-23, Lazismu. Teruslah menyalakan harapan bagi mereka yang terpinggirkan. Karena kesejahteraan sejati bukan hanya milik sebagian, tetapi hak semua.

Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu