
PWMU.CO – Tanggal 31 Juli 2025 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Muhammadiyah dan dunia pencak silat Indonesia. Tapak Suci Putera Muhammadiyah genap berusia 62 tahun
Usia yang menandai perjalanan panjang dan bersejarah dalam membina generasi muda melalui seni bela diri berbasis nilai-nilai Islam. Tapak Suci tak hanya bertahan, tetapi kini semakin mendunia, membawa semangat keislaman dan kebangsaan ke panggung global.
Tapak Suci Putera Muhammadiyah adalah organisasi otonom di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang seni bela diri pencak silat.
Lebih dari sekadar mengajarkan teknik bertarung, Tapak Suci menjadikan silat sebagai sarana pembinaan karakter, spiritualitas, dan perjuangan hidup.
Bermoto “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah. Tapak Suci menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan hanya terletak pada otot dan teknik, tapi pada iman dan akhlak mulia.
Asal Usul dan Tujuan Mulia
Didirikan pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta, Tapak Suci lahir dari kegelisahan para pendekar dan tokoh Muhammadiyah yang ingin menyatukan berbagai aliran silat di lingkungan persyarikatan dalam satu wadah yang Islami.
Salah satu tokoh sentral pendirian Tapak Suci adalah Pendekar Besar H. Hadji Bagus Mertokusumo, yang berperan besar dalam menyusun kurikulum dan sistem pelatihannya.
Nama Tapak Suci dipilih sebagai simbol filosofi perjuangan: Tapak berarti langkah atau jejak, dan Suci berarti bersih dari segala yang batil. Tapak Suci ingin meninggalkan jejak kebaikan melalui kekuatan fisik yang dibimbing oleh spiritualitas.
Sejak awal, perguruan ini bukan hanya ingin mencetak atlet, tetapi juga membentuk kader umat dan bangsa yang tangguh, jujur, berani membela yang lemah, dan siap menegakkan kebenaran.
Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, Tapak Suci sejajar dengan Aisyiyah, Hizbul Wathan, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM Peran strategisnya terletak pada penguatan fisik, mental, dan spiritual generasi muda.
Dalam tradisi Muhammadiyah, olahraga bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari amal usaha dalam pembinaan umat.
Tapak Suci juga telah merambah ke berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah, dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, bahkan ke luar negeri. Banyak sekolah menjadikan Tapak Suci sebagai ekstrakurikuler wajib karena terbukti efektif membentuk disiplin, keberanian, dan kepemimpinan siswa.
Semakin Mendunia
Di usianya yang ke-62, Tapak Suci menunjukkan eksistensinya di level nasional dan internasional. Para pendekarnya telah banyak meraih prestasi di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.
Bahkan mengharumkan nama Indonesia di ajang silat dunia. Tak sedikit pula utusan Tapak Suci yang menjadi pelatih dan duta seni bela diri di luar negeri, khususnya di negara-negara yang memiliki cabang Muhammadiyah.
Saat ini, Tapak Suci telah memiliki cabang resmi di berbagai negara, seperti Palestina, Thailand, Malaysia, Singapura, Kazakastan, Uzbekistan, Aljazair, Mesir, Syriah, Belanda, Perancis, Jerman, Australia, Iraq, Taiwan, Timor Leste, Nigeria, Mozambiq, Pakistan, Ethiopia
Ini membuktikan bahwa Tapak Suci tidak hanya menjadi kebanggaan umat Islam Indonesia saja, tetapi juga mulai diterima di kalangan internasional sebagai bela diri yang mengedepankan nilai-nilai spiritual dan moral.
Seiring perkembangan zaman, Tapak Suci juga adaptif terhadap teknologi dan pendidikan digital. Pelatihan, penilaian, dan komunikasi organisasi kini dilakukan secara modern tanpa meninggalkan ruh perjuangan yang diwariskan para pendirinya.
Warisan Perjuangan untuk Generasi Mendatang
Perjalanan 62 tahun Tapak Suci adalah perjalanan ideologis dan historis. Ia bukan sekadar lembaga bela diri, melainkan bagian dari perjuangan kultural dan spiritual Muhammadiyah untuk menjaga warisan budaya bangsa dan membentuk manusia paripurna.
Dalam QS. Al-Anfal ayat 60, Allah Swt berfirman “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…”
Tapak Suci memaknai ayat ini sebagai panggilan untuk mempersiapkan generasi yang kuat, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw juga bersabda “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah…” (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang Muslim tidak boleh hanya dalam niat dan ibadah, tetapi juga dalam daya juang dan ketahanan diri.
Milad ke-62 Tapak Suci adalah momentum penting untuk melakukan refleksi dan proyeksi. Refleksi atas perjalanan panjang yang telah ditempuh penuh tantangan, tetapi juga penuh pencapaian.
Proyeksi ke depan untuk semakin memperkuat peran Tapak Suci sebagai kekuatan moral, spiritual, dan fisik umat Islam.
Semoga Tapak Suci terus menjadi pelita perjuangan, membentuk generasi beriman dan tangguh, serta menjulang sebagai perguruan bela diri Islam yang mendunia.
Tapak Suci langkahmu pasti. Dengan iman dan akhlak, engkau akan menapaki dunia dan akhirat dengan kemenangan sejati. (*)
Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments