Suasana Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban mendadak riuh dengan tawa dan binar rasa ingin tahu.
Para siswa kelas 1 hingga 6 “Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 14 Pambon, Tuban” menyambangi gedung “rumah ilmu” tersebut untuk melaksanakan kunjungan edukatif literasi pada Kamis (11/12/2025).
Bukan sekadar kunjungan biasa, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis madrasah untuk memperkuat budaya membaca sekaligus mengimplementasikan pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Petualangan di Balik Lembaran Buku
Langkah-langkah kecil para siswa mulai memenuhi ruang sirkulasi sejak pagi hari. Di tangan mereka, buku bukan lagi sekadar tumpukan kertas, melainkan jendela yang siap dibuka.
Di ruang anak, warna-warni sampul dan ilustrasi menarik tampak menyihir imajinasi mereka. Sementara di ruang baca utama, suasana seketika berubah hening dan khidmat saat para siswa mulai tenggelam dalam barisan kalimat.
Tak hanya terpaku pada buku fisik, para siswa juga berkenalan pada dunia literasi modern melalui ruang podcast.
Di sana, mereka belajar bahwa literasi memiliki dimensi yang luas; bukan hanya tentang menyerap informasi melalui mata, tetapi juga tentang keberanian menyuarakan gagasan dan mendengar perspektif orang lain.
Pendampingan hangat dari pustakawan Perpusda, Kak Dea dan Kak Nana, semakin menghidupkan suasana.
Mereka dengan telaten mengenalkan tata kelola perpustakaan, mulai dari cara merawat buku hingga prosedur peminjaman, demi menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik tersebut.
Visi Masa Depan: Membaca dengan Akhlak
Kepala MIM 14 Pambon, Ibu Muhaiminah, S.Ag., menekankan bahwa literasi adalah fondasi karakter.
“Hari ini, anak-anak melangkah ke tempat di mana cahaya pengetahuan tersimpan. Membaca bukan sekadar mengeja huruf, tetapi proses memahami makna dan meresapi hikmah untuk ditumbuhkan dalam akhlak sehari-hari,” ungkapnya penuh haru.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan membentuk kemandirian intelektual. Belajar tidak boleh terpenjara di empat dinding kelas; perpustakaan adalah laboratorium kehidupan yang mengajarkan siswa untuk berani bertanya dan mencintai ilmu sepanjang hayat.
Sebagai tindak lanjut yang konkret, setiap siswa mengemban misi literasi sederhana: memilih satu buku favorit dan merangkum isinya menggunakan bahasa mereka sendiri.
Penugasan ini dirancang agar aktivitas membaca tidak berhenti di mata, melainkan mengendap menjadi pemahaman yang mendalam.
Melalui kunjungan literasi ini, MIM 14 Pambon berharap dapat menumbuhkan generasi pembelajar yang cerdas, berakhlak, dan berpengetahuan luas, menjadikan langkah kecil hari ini sebagai awal kebiasaan besar di masa depan.***






0 Tanggapan
Empty Comments