Search
Menu
Mode Gelap

MIM Kota Probolinggo Terapkan Model Ini untuk Lancarkan Bahasa Inggris

MIM Kota Probolinggo Terapkan Model Ini untuk Lancarkan Bahasa Inggris
pwmu.co -
Rizky Konstanti Nevha dan Asradi Cerman saat pelatihan Bahas Inggris di MIM Kota Probolinggo. (Hanafi/PWMU.CO)

PWMU.CO-Memasuki awal tahun kedua MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo bekerja sama dengan Cambridge University Press (CUP) memonitordan evaluasi pelaksanaan pembelajaran agar sesuai dengan standar internasional.

Rizky Konstanti Nevha dan Asradi Cerman, trainer dari CUP, melaksanakan pelatihan berkelanjutan bersama Tim Bahasa Inggris MIM dimulai pukul 09.00 – 15.00, Selasa (20/8/19).

Asradi Cerman menyampaikan, pengajaran Cambridge English Program targetnya guru bisa menggunakan materi secara efektif dalam kelas mengikuti langkah yang telah didesain sesuai buku. ”Tujuannya tercipta situasi yang menyenangkan, aktif, dan membuat siswa jauh lebih tertarik,” jelasnya.

Menurut dia, ada lima langkah yang harus dilakukan pengajar Bahasa Inggris. Pertama, saat opening menggunakan metode BSD (Bring, Say, Do).  Menyampaikan, Mengucapkan dan Melakukan. ”Antara guru dan murid bersama-sama melakukan,” ujarnya.

Kedua,  ice breaking. Bisa mencairkan situasi kelas dengan menstimulasi siswa memahami topik yang akan dipelajari. Ketiga, lead-in. Guru memberikan pengenalan kepada siswa mengenai topik yang akan dibahas.

Keempat, presentasi. Mengajar dengan memberikan materi inti sebisa mungkin dikaitkan dengan kehidupan siswa sehari-hari.  Kelima. Penutup.

Koordinator Tim MIM Mukti Peni Indrawati menjelaskan, training ketiga ini diharapkan menjadikan sembilan guru Bahasa Inggris lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. ”Mendorong suasana yang menyenangkan sehingga anak berani berbicara bahasa Inggris,” katanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Untuk menunjang itu suasana itu madrasah membuat aturan pengajaran. Pertama menunjuk Kapten Kelas dan ketua grup yang cakap berbahasa Inggris untuk membantu teman-temannya.

Kedua,  membentuk English Squad terdiri dari siswa-siswi yang mempunyai kemampuan bahasa Inggris aktif dan komunikatif.

Ketiga meningkatkan penerapan English Daily Permission. Yaitu meminta izin menggunakan bahasa Inggris dan English Daily Conversation. Percakapan bahasa Ingris sehari-hari. Diawali dari percakapan yang mudah. (*)

Penulis Hanafi  Editor Sugeng Purwanto

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments