Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu melalui kolaborasi strategis.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UMM dan Pemerintah Kota Batu untuk pelaksanaan Program 1000 Sarjana.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan indeks pembangunan manusia ini dilaksanakan di GOR Gajah Mada Kota Batu pada 9 Desember lalu. Menandai komitmen bersama antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan akses pendidikan tinggi.
Inisiatif Program 1000 Sarjana Pemerintah Kota Batu digagas sebagai upaya konkret untuk mendorong remaja daerah agar melanjutkan studi pada program-program unggulan.
Terutama yang menopang keunggulan sumber daya alam lokal seperti pertanian dan pariwisata. UMM, sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Kota Pendidikan. Digandeng sebagai mitra strategis untuk menjadi support system bagi daerah Kota Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyebut investasi pendidikan tak bisa ditawar dan pemerintah akan terus memastikan setiap pelajar memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program beasiswa sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pendanaan beasiswa menjadi prioritas untuk melahirkan SDM yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Disisi lain, Kepala Bagian Kerjasama UMM pada Bidang IV, Muhammad Fath Mashuri, M.A., menjelaskan bahwa UMM tidak hanya ingin berdampak luas untuk Indonesia, tetapi juga ingin memberikan dampak nyata pada wilayah terdekat, salah satunya Kota Batu.
“UMM tidak hanya mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kota Batu, tetapi juga turut memberikan subsidi tambahan. Bentuk dukungan tersebut berupa potongan biaya studi bagi mahasiswa asal Kota Batu, di mana sebagian biaya SPP ditanggung oleh UMM dan sisanya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Batu,” ujar Fath, menyoroti peran UMM yang proaktif dalam kemitraan ini.
Dalam mekanisme Program 1000 Sarjana, proses seleksi penerima beasiswa melibatkan verifikasi dua pihak. UMM dan Pemerintah Kota Batu yang bekerja sama dalam mengidentifikasi mahasiswa aktif ber-KTP Batu. Untuk menjamin kualitas penerima, program ini menerapkan filter IPK minimum dan batas maksimal studi semester 8.
Fath sapaan akrabnya menjelaskan, batasan ini penting untuk menjamin bahwa benar-benar penerima award ini adalah mahasiswa yang memiliki komitmen serius dalam menjalani proses perkuliahan.
Fath yang juga merupakan dosen psikologi UMM itu juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Batu secara rutin menerima laporan perkembangan studi mahasiswa dari UMM. Hal ini menjadi bahan evaluasi yang ketat untuk memastikan keberlanjutan program beasiswa setiap semesternya.
Sistem evaluasi ini diselaraskan dengan visi UMM dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Sektor ini menjadi fokus utama karena UMM dikenal kuat dalam program-program tersebut, dan Pemerintah Kota Batu secara langsung menyoroti efektivitas kinerja UMM di bidang ini sangat mumpuni,” pungkas Fath.
Oleh karena itu lulusan UMM diharapkan memiliki kesiapan kompetensi yang mumpuni untuk langsung mendukung program-program unggulan Kota Batu.
Selain beasiswa pendidikan, pengembangan soft skill dan karakter juga telah terintegrasi dalam kurikulum UMM melalui program Pelatihan Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) serta bimbingan teknis bahasa pemrograman Python.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan kepemimpinan, etika, kerja sama, serta kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Terakhir, Fath berpesan bahwa penting bagi generasi muda Kota Batu agar memanfaatkan peluang besar ini.
“Pemerintah daerah Kota Batu dalam hal ini memberikan kepedulian yang besar, terhadap pembangunan manusia dan pengembangan soft skill generasi muda. Oleh karena itu generasi muda di Kota Batu harus memanfaatkan dan menyerap sebanyak mungkin pengetahuan yang bisa didapatkan di perguruan tinggi,” pungkasnya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments