
PWMU.CO – Sejak diresmikan pada 16 Maret 2025, Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah Kota Surabaya terus berkomitmen mendampingi para mualaf dalam menapaki perjalanan spiritual dan sosial mereka. Pada Sabtu (26/7/2025), MLC kembali menggelar kegiatan pembinaan akidah dan keislaman yang berlangsung di Masjid Al-Anwar Muhammadiyah Rungkut, Jl. Medokan Asri (MA) II Blok O No. 10, Medokan Ayu, Rungkut.
Sebanyak 10 sahabat mualaf binaan, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti kegiatan ini. Hadir dalam acara tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Drs H Marjuki MA, Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PDM Kota Surabaya Dr Mulyono Najamuddin MPd, serta perwakilan dari MLC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustadz Koko Susanto, bersama timnya.
Dalam sambutannya, Drs H Marjuki MA mendorong MLC Muhammadiyah Kota Surabaya untuk terus melangkah maju secara profesional. “MLC harus cerdas membangun jejaring dan mengoptimalkan dukungan lembaga seperti BAZNAS demi kemaslahatan para mualaf,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur MLC Kota Surabaya Irfan Zakaria menekankan pentingnya perluasan akses informasi dan pembinaan bagi para mualaf. “Program pembinaan selalu kami sesuaikan dengan kebutuhan sahabat mualaf agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ketua LDK PDM Kota Surabaya Dr Mulyono Najamuddin MPd menyampaikan bahwa saat ini terdapat lima masjid yang menjadi koordinator pembinaan MLC di Surabaya. “Ini harus terus disosialisasikan agar semakin masif dan maksimal,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada akidah dan keislaman, MLC juga memberikan pendampingan sosial dan psikologis bagi mualaf yang menghadapi tantangan seperti penolakan keluarga atau kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. MLC menjadi wadah komunitas mualaf untuk saling berbagi pengalaman dan membangun solidaritas.
Ustadz Koko Susanto dari MLC PWM Jawa Timur menyampaikan pentingnya peran aktif sahabat mualaf dalam program pembinaan. “Perlu ada koordinator dari kalangan mualaf sendiri agar lebih mudah merangkul. Bahkan ke depan, sahabat mualaf bisa menjadi narasumber agar pandangan yang disampaikan lebih holistik,” paparnya.
Kegiatan pembinaan kali ini dibimbing oleh Ustadz Achmad Sukron MPdI. Ia menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam Islam, yaitu akidah, ibadah, dan muamalah. “Tiga pilar ini sangat penting, terutama bagi sahabat mualaf, agar mereka bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” jelasnya. (*)
Penulis Wawan W Efendi Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments