Program Mobil Terbang Goes to School oleh RBC Institute A Malik Fadjar kembali hadir, kali ini di SMKN 13 Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025) ini diikuti sekitar 250 siswa dari berbagai jurusan. Agenda utama menghadirkan materi literasi digital dan budaya berpikir kritis sebagai bekal penting menghadapi era digital.
Sejak pagi, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dikemas secara interaktif. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif tersebut karena sejalan dengan kebutuhan siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi. Keterampilan membaca kritis, memilah informasi, dan memahami dunia digital kini semakin dibutuhkan agar pelajar tidak mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan.
Dalam pemaparannya, tim RBC Institute menjelaskan pentingnya literasi digital sebagai bekal pelajar untuk terhindar dari dampak negatif internet, seperti hoaks, ujaran kebencian, maupun disinformasi. Siswa juga diajak mengenali cara berpikir kritis agar berani menyampaikan pendapat dengan argumen yang sehat, logis, dan berbasis fakta. Pemateri menekankan bahwa literasi bukan hanya soal bisa membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan membaca situasi agar dapat bersikap bijak.
Setelah sesi materi, RBC Institute membuka layanan membaca bersama melalui koleksi buku yang dibawa dengan Mobil Terbang. Ratusan buku dari berbagai genre-mulai literatur populer, pengembangan diri, hingga referensi akademik-segera menarik perhatian siswa. Sekolah pun berubah menjadi ruang baca terbuka, di mana pelajar bebas memilih bacaan sesuai minat mereka.

Direktur Eksekutif RBC Institute, Subhan Setowara, menegaskan pentingnya mendekatkan buku dan budaya kritis ke sekolah-sekolah kejuruan. “Kami percaya literasi digital tidak boleh hanya dipahami sebatas kemampuan menggunakan gawai, tetapi harus dilengkapi dengan kebiasaan berpikir kritis. Kegiatan seperti ini menjadi ruang perjumpaan yang sehat antara siswa, buku, dan dunia pengetahuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Mobil Terbang di sekolah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar agar siswa menemukan pengalaman membaca yang menyenangkan. “Kalau siswa merasakan bahwa membaca itu asyik, mereka akan tumbuh dengan daya nalar yang kuat dan terhindar dari budaya instan yang kerap merugikan,” tambah Subhan.
Kegiatan di SMKN 13 Malang ini menjadi penutup rangkaian bulan literasi yang digelar RBC Institute sepanjang Agustus. Ke depan, program Mobil Terbang Goes to School akan menjangkau lebih banyak sekolah menengah di Malang Raya dengan agenda serupa. Harapannya, semakin banyak pelajar dapat mengakses literasi dengan cara yang mudah dan menyenangkan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments