Memasuki awal tahun 2026, SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A meluncurkan inovasi baru dalam pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Mulai Selasa (6/1/2026) SD Mugres Kampus A resmi menerapkan sistem e-presensi berbasis pemindaian wajah (face recognition) bagi seluruh murid dan warga sekolah saat datang dan pulang sekolah.
Kepala SD Mugres Kampus A, Eka Meitasari, S.Pd., menjelaskan bahwa penerapan e-presensi pemindaian wajah merupakan upaya sekolah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data kehadiran, sekaligus mengenalkan teknologi terkini kepada murid.
“Presensi pindai wajah ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, meminimalkan kesalahan data kehadiran, serta menanamkan budaya tertib dan melek teknologi kepada murid sejak dini,” tutur Meita, sapaannya.
Alat pemindai e-presensi ini dipasang di lima titik strategis di lingkungan sekolah, yakni koridor menuju kolam renang Mugres Fun Pool, di depan ruang siaran, di depan Labkom Space Lab, di depan UKS, serta di depan Aula Sang Surya.
Penyebaran titik ini memungkinkan murid, guru, dan karyawan melakukan presensi sesuai area terdekat dari ruang kelas maupun aktivitas masing-masing.
Inovasi dari Sidik Jari ke Pemindaian Wajah
Meita menambahkan bahwa penerapan e-presensi bukanlah hal baru bagi SD Mugres. Sebelumnya, sekolah telah menggunakan sistem presensi digital melalui pemindaian sidik jari. Namun, seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan akan sistem yang lebih praktis serta higienis, sekolah berinovasi dengan beralih ke pemindaian wajah.
“E-presensi ini merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya. Kami terus berupaya berinovasi agar layanan sekolah semakin modern dan efektif. Meski menggunakan teknologi scan wajah, murid tetap diarahkan untuk mengantre dan melakukan presensi secara bergiliran agar pelaksanaannya tertib dan nyaman,” jelasnya.
Meskipun didukung teknologi canggih, SD Mugres tetap menempatkan pembentukan karakter sebagai prioritas utama. Para murid dibiasakan untuk mengantre dengan tertib dan disiplin saat melakukan presensi sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini.
Salah satu murid dari kelas 1 K.H. Syujak, Imam Ahmad mengungkapkan perasaanya saat pertama kali mencoba e-presensi.
“Seneng banget bisa absen pakai e-presensi bisa kelihatan wajahku dan tahu jam berapa aku datang,” ungkapnya. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments