
PWMU.CO – Pada umumnya, agenda family gathering identik dengan suasana gembira dan menyenangkan. Namun, kali ini terasa berbeda. Suasana haru menyelimuti seluruh peserta, yang terdiri dari keluarga besar guru dan karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya yang digelar pada Selasa (8/7/2025).
Pada musim liburan akhir tahun dimanfaatkan oleh SD Musix untuk menggelar penutupan Rapat Kerja (Raker) yang dikemas bersamaan dengan kegiatan family gathering.
Pada kesempatan ini, kegiatan tidak hanya diikuti oleh guru, karyawan, dan keluarga besar mereka, tetapi juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus Harian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya yang memberikan dukungan dan pendampingan.
Mereka yang hadir antara lain Ketua, Ir Lukman, Sekretaris, Ustadz Salman Alfarisi BMR SHI, Bendahara, Muriansa SE, serta Wakil Ketua, Arif Rusdi ST, Taufiq Hidayanto AMd, Sunaryo HS, dan Ustadz Jumadi. Selain itu, turut hadir Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Ustadzah Luluk Humaida SPdI.
Florawisata Santerra De Laponte di Batu dipilih sebagai lokasi kegiatan tahunan ini. Tempat tersebut terbukti sangat direkomendasikan untuk agenda keluarga maupun instansi karena suasananya yang asri dan fasilitas yang memadai.
Perjalanan selama dua jam menuju objek wisata terasa menyenangkan karena diisi dengan hiburan karaoke di dalam bus. Bahkan, Lukman Rahim turut menghibur para peserta dengan penampilannya.
Setibanya di lokasi, seluruh peserta diarahkan menuju pintu masuk oleh panitia dan petugas loket. Selanjutnya, peserta dipandu menuju arena family gathering.
New Celosia, pengelola objek wisata ini, memanjakan pengunjungnya dengan menyediakan tempat-tempat gathering.
Beralaskan rumput sintetis berwarna hijau, suasana terasa semakin nyaman. Tanpa tempat duduk, para pengunjung duduk lesehan bersila mengikuti acara dengan khidmat.
“Kami oleh panitia diundang hanya dua orang, tetapi kami, jajaran pimpinan PCM Wonokromo, datang semua,” ujar Lukman Rahim dalam sambutannya.
Selanjutnya, dia menjelaskan alasan kehadirannya. Kehadiran secara ramai-ramai ini bukan sekadar menghadiri undangan, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih SD Musix Surabaya selama ini.
“Kami mengapresiasi perolehan siswa baru tahun ini yang meningkat, meskipun belum memenuhi target,” tambahnya.
Ia juga menyinggung rencana dimulainya pembangunan Gen Q Center yang terletak di kawasan Jalan Ubi.
“InsyaAllah, akhir Juli ini bangunan lama akan dirobohkan dan segera dimulai pemasangan pondasi untuk gedung enam lantai,” imbuh pemilik puluhan kamar kos-kosan ini yang disambut tepuk tangan para hadirin. Ia pun berharap dukungan, baik berupa doa maupun bantuan materi.
Tidak mau ketinggalan, Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd, turut mengapresiasi rencana pembangunan pusat Gen Q tersebut.
“Kami telah meluncurkan proposal ke pemerintah pusat, semoga membawa hasil,” jelasnya.
Selanjutnya, pejabat Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menambahkan bahwa nilai anggaran yang diajukan sebesar dua miliar rupiah.
Selain ke pemerintah pusat, proposal juga telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan sejumlah instansi swasta.
Setelah sambutan demi sambutan selesai, agenda yang mengangkat tema “Merajut Kebersamaan, Kuatkan Silaturahmi” dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada guru yang telah purna tugas.
Kepala Urusan Sumber Daya Insani (SDI), Puspitawati SPd, bertugas membacakan SK.
“Kami minta kepada Ustadzah Badriyah SPd, Moh. Ali SAg, dan Yeni Henita SPd untuk maju ke depan,” pintanya.
Selanjutnya, guru kelas ICP yang sedang menempuh pendidikan S-2 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini meminta Ketua PCM untuk menyerahkan SK dan tali asih kepada para guru purna tugas.
Rasa haru mengiringi mereka bertiga maju ke depan panggung untuk menerima SK dan tali asih.
Di hadapan para pengurus, Munahar menyampaikan bahwa kepada ketiga guru purna tugas tersebut diberikan tali asih sebesar 30 persen di awal, dan sisanya akan disalurkan setiap bulan selama tiga tahun ke depan.
“Hal ini kami maksudkan agar silaturahmi dengan SD Musix tetap terjaga dan tidak terputus,” sambungnya.
Selanjutnya, seluruh guru, karyawan beserta keluarga, serta para pengurus memberikan ucapan selamat sambil berpelukan penuh haru.
Saat itulah air mata tak terbendung dari ketiganya, karena mulai bulan Juli mereka secara resmi meninggalkan lembaga yang telah mereka abdikan selama 40 tahun.
Cucuran air mata pun pecah dari para peserta yang hadir. Suasana berubah menjadi haru, semua larut dalam kesedihan dan kebersamaan.
Peluk dan cium mengakhiri momen perpisahan yang penuh makna. Usai acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan menikmati berbagai wahana yang disuguhkan di arena objek wisata. (*)
Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments