
PWMU.CO – Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek menggelar kegiatan perkaderan utama Baitul Arqam.
Agenda ini dilaksanakan di pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, tepatnya di SMK Muhammadiyah Watulimo. Kegiatan berlangsung pada Jumat–Sabtu (27-28/6/2025) (01–02 Muharam 1447 H).
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua PDM Trenggalek Wicaksono. Ia didampingi Wakil Ketua PDM Mujiarto, Kepala SMK Muhammadiyah Wahid Syahril Sidik, serta Ketua MPKSDI Kamas Tontowi.
Dalam stadium general, Wicaksono menyampaikan pentingnya Baitul Arqam dilakukan secara rutin. Ia menegaskan perkaderan bukan sekadar formalitas, tetapi wadah penguatan kader dan perbaikan persyarikatan.
“Persaingan pendidikan makin ketat. Sekolah harus terus berinovasi. SMPM Karangan sempat tutup, tapi kini berganti menjadi SLB Muhammadiyah Karangan dan berkembang baik,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar tak ada lagi sekolah Muhammadiyah yang tutup. “Jangan sampai Muhammadiyah Trenggalek tinggal jenazah, tinggal nama,” ujarnya penuh harap.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi orientasi dan kontrak belajar. Panitia memperkenalkan nama-nama pembimbing, di antaranya Kamas Tontowi, Mujiarto, Ahmad Nur Kholik, Hamzah Nur Aziz, dan Wasis Tri Wahyudi.
Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang tujuan kegiatan, pembagian kelompok, tugas-tugas, serta hak dan kewajiban selama Baitul Arqam.
Materi pertama disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Trenggalek sekaligus Ketua STAIM Tulungagung, Suripto. Ia membahas Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah.
Suripto menjelaskan bahwa KH Ahmad Dahlan melakukan pembaruan besar melalui pendidikan, berbeda dari lembaga tradisional milik umat Islam saat itu.
Setelah materi, para peserta—mayoritas guru muda—berdiskusi hangat mengenai tantangan dan masa depan pendidikan Muhammadiyah di Trenggalek.
Malam harinya diisi dengan fathul qulub setelah salat Magrib hingga Isya. Kemudian dilanjutkan materi oleh Ketua Majelis Tabligh PDM Trenggalek, Soleh Syuaidi.
Kegiatan dini hari diawali salat tahajud, dilanjutkan fathul qulub, salat Subuh berjemaah, senam, dan outbond bersama.
Penutupan kegiatan diisi materi manhaj tarjih oleh Direktur Ponpes MBS Trenggalek, Anang Wahid Cahyono.
Penulis Kamas Tontowi Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun






0 Tanggapan
Empty Comments