Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo menggelar kegiatan strategis untuk membekali kader-kader muda dari LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) dengan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Inisiatif ini diwujudkan melalui Lomba Simulasi Keterampilan Keagamaan yang digelar di Panti Tunanetra Aisyiyah Ponorogo, Sabtu (15/11/2025), sebagai bagian dari semarak Milad Muhammadiyah ke-113.
Ketua MPKS PDM Ponorogo, Muhammad Zulkarnain Asyahifa, M.Hum, dalam wawancaranya menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan ilmu agama yang aplikatif atau dapat diterapkan langsung.
“Kegiatan ini difokuskan pada tiga bidang vital yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Lomba ini mencakup tiga bidang: simulasi prosesi pernikahan, simulasi sholat berjamaah, dan simulasi perawatan jenazah,” terang Zulkarnain.
Menurutnya, penguasaan ilmu-ilmu praktis ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat tholabul ilmi (mencari ilmu) di kalangan anak-anak LKSA.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, adek-adek LKSA semakin semangat untuk tholabul ilmi tentang ilmu agama yang aplikatif,” ungkapnya.
Keterampilan Langsung untuk Masyarakat

Zulkarnain menambahkan bahwa keterampilan khusus seperti pemulasaran (perawatan) jenazah dan tata cara prosesi pernikahan saat ini membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. MPKS PDM Ponorogo melihat ini sebagai peluang bagi kader LKSA untuk mengambil peran penting di lingkungan mereka.
“Keterampilan seperti ini membutuhkan SDM yang mumpuni. Sehingga ya tugas-tugas ini bisa dilaksanakan anak-anak kita dari LKSA sehingga berperan langsung di masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui kompetisi ini, MPKS PDM Ponorogo berharap dapat melahirkan kader-kader Muhammadiyah tangguh yang tumbuh dari LKSA, memiliki kecakapan ilmu agama yang mumpuni, dan siap memberikan dampak langsung serta solusi atas kebutuhan di tengah Masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments