Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Pimpinan dan Konsolidasi Program di Kantor Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan berlangsung secara luring dan daring, diikuti jajaran dewan pakar, pimpinan, serta perwakilan bidang kerja MPKS.
Rapat dibuka oleh Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan isu-isu strategis yang menjadi fokus MPKS ke depan, antara lain perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan, pengembangan panti berbasis kemandirian, advokasi kebijakan sosial, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah dan komunitas masyarakat.
“Kita perlu membangun sistem pelayanan sosial yang mandiri dan tidak harus berpusat pada panti, tetapi juga bergerak menuju keluarga dan komunitas,” ujar Mariman dalam keterangannya, Ahad (19/10/2025).
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai pengabdian dalam kepemimpinan sosial. Mengutip pepatah Belanda Leiden is lijden (memimpin berarti menderita), Mariman menegaskan bahwa menjadi pengelola pelayanan sosial berarti siap berkorban dan melayani dengan hati. Karena itu, arah gerak MPKS ke depan harus fokus, terukur, berdampak, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial.
Empat Isu Strategis
Dalam paparannya, Mariman menguraikan empat arah strategis MPKS untuk menjawab tantangan sosial masyarakat.
Pertama, memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga disebut sebagai pranata sosial dan pendidikan yang penting dalam membangun generasi emas bangsa.
Kedua, transformasi Amal Usaha Muhammadiyah Sosial (AUMSos). MPKS mendorong AUMSos menjadi pusat inovasi sosial dengan tata kelola profesional, digitalisasi data, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Ketiga, penataan ruang publik yang inklusif dan adil. MPKS menilai pentingnya ruang sosial yang ramah bagi difabel dan kelompok rentan. Inklusivitas, kata Mariman, bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Keempat, adaptasi terhadap fenomena aging population. MPKS menyiapkan program responsif terhadap populasi menua, termasuk pembinaan lansia aktif dan layanan keluarga untuk pencegahan stunting serta kekerasan anak.
Sepuluh Program Prioritas
Untuk mendukung arah strategis tersebut, MPKS menetapkan sepuluh program prioritas, di antaranya: penerapan standar AUMSos, penilaian indeks kinerja lembaga sosial, pengembangan pusat pengaduan terpadu, penguatan forum komunikasi AUMSos, serta pembibitan dan sertifikasi SDM sosial.
Selain itu, MPKS mendorong pembukaan program studi kesejahteraan sosial di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), peningkatan kapasitas pengurus, inovasi mobilisasi sumber daya, pengembangan sistem informasi kesejahteraan sosial, dan penguatan peran Pusat Santunan Keluarga Muhammadiyah (PSKM).
243 Kegiatan dan Komitmen Bersama
Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa sepanjang tahun ini MPKS telah melaksanakan 243 kegiatan yang tersebar dalam empat bidang utama: organisasi dan kepemimpinan, jaringan, sumber daya, serta aksi dan pelayanan.
Bidang organisasi dan kepemimpinan menempati porsi terbesar, yaitu 38,7%, dengan fokus pada penguatan tata kelola dan digitalisasi data. Disusul bidang jaringan (21%) yang meliputi kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial RI. Sementara bidang aksi dan pelayanan mencakup 27,6% kegiatan, seperti advokasi kebijakan, pendampingan difabel, dan sosialisasi program prioritas.
“Data ini menunjukkan seluruh unsur MPKS telah bergerak secara sistematis dan terukur. Ke depan, kami ingin memperkuat sistem gerakan agar aktivitas sosial Muhammadiyah semakin terkoneksi dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Jasra.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh pimpinan bidang dan anggota menandatangani Pakta Integritas penerapan sistem dan prosedur keselamatan anak serta kode etik pelayanan sosial.
Rapat kerja kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi antarbidang yang membahas penyelarasan agenda strategis di bidang kelembagaan sosial, pemberdayaan komunitas, advokasi kebijakan, perlindungan disabilitas, dan komunikasi publik.
Dengan semangat integritas dan sinergi, MPKS PP Muhammadiyah meneguhkan perannya sebagai garda terdepan gerakan sosial Muhammadiyah yang mencerahkan, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments