Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan turut berpartisipasi dalam Jambore Nasional (Jamnas) I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) yang digelar oleh MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah (19-21/9/2025).
Sebanyak delapan kader MPM PDM Lamongan hadir dalam kegiatan ini, yaitu Shobikin Amin, S.Sos., M.M., Imam Hambali, Chusnul Huda, M. Muchsin, Imam Khafidzin, Tsabit Purwanto, Yazidul Khoir, S.Sos., dan M. Sofwan Najih.
Selain MPM PDM, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan juga mengutus empat kader terbaiknya. Ketua MPM PDM Lamongan, Shobikin Amin, S.Sos., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan Lamongan dalam Jamnas I Jatam menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan dan gagasan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.
“Alhamdulillah, delegasi MPM PDM Lamongan dapat hadir dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Banyak pengalaman, ide, dan strategi yang kami dapatkan untuk dikembangkan di Lamongan, khususnya dalam memperkuat peran Muhammadiyah di bidang pertanian,” ujarnya.
Selain menjadi ruang silaturahmi antarpetani Muhammadiyah dari berbagai daerah, Jamnas I Jatam juga menghadirkan forum diskusi, pelatihan, hingga praktik lapangan yang menekankan peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi tantangan modernisasi pertanian.
Shobikin menambahkan, pengalaman yang diperoleh akan segera ditindaklanjuti melalui program konkret di Lamongan. “InsyaAllah, apa yang kami bawa pulang dari Jamnas ini akan kami terapkan untuk kesejahteraan masyarakat, dan sebagai bentuk dakwah pemberdayaan,” tegasnya.
Kegiatan Jamnas berlangsung dalam beberapa tahapan. Pada hari pertama (18/9/2025), panitia dan peserta melakukan persiapan, termasuk penataan stan expo dan bazar yang menampilkan produk unggulan pertanian, serta penginapan bagi seluruh peserta.
Hari kedua (19/9/2025), diisi dengan dialog dan rembug Jatam yang menjadi ajang bertukar gagasan antarpetani Muhammadiyah mengenai strategi pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.
Hari ketiga (20/9/2025), menjadi puncak acara. Seluruh peserta berangkat menuju Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) untuk mengikuti kegiatan penanaman padi varietas Muhammadiyah.
Penanaman dilakukan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama Wakil Menteri Pertanian RI, Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kebumen, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Ketua PWM Jawa Tengah, Ketua PDM Kebumen, Rektor Unimugo, serta Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam pengembangan sektor pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.
Selain praktik lapangan, rangkaian Jamnas I Jatam juga diwarnai dengan Forum Bisnis Pangan yang menghadirkan tokoh-tokoh penting.
Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., membuka forum dengan menyampaikan pidato kunci. Forum kemudian terbagi dalam tiga klaster pembahasan.
Klaster pertama membahas produktivitas padi, hortikultura, dan smart farming dengan narasumber Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani (Direktur Utama Perum BULOG), Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si. (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), serta PT BISI International Tbk.
Klaster kedua menyoroti potensi komoditas perkebunan dan herbal (empon-empon) dengan menghadirkan Irwan Hidayat (Presiden Direktur PT Sido Muncul) dan Cindyanto Kristian (Presiden Direktur PT Sunpride/SSN).
Klaster ketiga membahas daya saing peternakan dan perikanan tambak dengan narasumber Dr. (H.C.) Thomas Effendy, S.E. (Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia) dan Prof. Dr. Ir. Ali Agus, D.A.A., DEA., IPU., ASEAN Eng. (Fakultas Peternakan UGM).
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari keempat (21/9/2025), dengan aksi Gerakan Daulat Pangan bertajuk Muhammadiyah Menanam.
Dengan seluruh kegiatan tersebut, Jamnas I Jatam di Kebumen tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga wahana strategis untuk memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kapasitas petani Muhammadiyah, serta memperluas jaringan kerja sama antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments