
PWMU.CO – MPS PWM Jatim kunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Al Ihsan Wringinanom, Senin (30/1/22).
Dalam turba ini Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim beranggotakan Drs Imam Hambali MPd (ketua), Hadi Nur Wulan (wakil ketua), Zaenal Arifin (sekretaris) dan Basrowi (Ketua Muhammadiyah Social Care). Mereka didampingi MPS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Rachmad Jumedi (ketua) dan Sukaris (sekretaris) tersebut,
Bertempat di kantor panti, Kepala PAM Al Ishan Mursidi SPd menjelaskan panti dikelola Muhammadiyah sejak akhir tahun 2010.
“Awalnya panti ini dikelola oleh Yayasan Al-Ihsan kemudian dilimpahkan pengelolaannya kepada Muhammadiyah melalui PDM Gresik,” jelasnya.
Mursidi memaparkan kegiatan harian anak asuh, mulai sekolah, mengaji, hafalan, shalat dan lainnya. Pembelajaran di panti ini semipondok, setelah shalat Ashar, Maghrib dan Subuh anak-anak mengaji. Sedangkan setelah salat isya difokuskan tahfidh karena itu branding panti ini.
Pembatasan Biaya
Mursidi juga munyampaikan problem untuk anak yang purna-asuh karena program pengasuhan di panti hanya sampai lulus sekolah menengah atas (SMA) karena keterbatasan biaya sehingga kami belum bisa membiayai mereka untuk kuliah.
Menyambung pernyataan Mursidi, Ketua MPS PDM Gresik Rachmad menuturkan sudah ada saha menguliahkan anak purna asuh ke Univeraitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dengan pembiayaan dari pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Sudah saya sampaikan ke pengurus tetapi si anak bilang ingin kerja dulu,” tuturnya.
Peninjauan Ulang Kebijakan
Menanggapi kebijakan purna-asuh sampai SMA, MPS PWM melalui Hadi Nur menyampaikan agar kebijakan tersebut ditinjau ulang. “Ada di sebagian panti itu setelah lulus, dikuliahkan sampai lulus, jadi pegawai dan jadi manten tetap dipanti,” ungkapnya.
Sekretaris MPS PWM Jatim Zaenal berpesan kepada pengurus agar menyiapkan anak asuh bisa mandiri agar bisa selesai dengan masalahnya sendiri. “Jangan sampai ketika masuk panti masalah, keluar dari panti sek buat masalah,” tegasnya.
Purnaasuh tetap Eksis
Zaenal juga menambahkan agar ketika purnaasuh tetap bisa eksis, anak asuh perlu dibekali jimat AKIK. “Ini bukan akik yang itu loh, tapi AKIK di sini adalah anak asuh harus bisa Aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif,” candanya.
Di kesempatan yang sama, ketua MPS PWM Imam menegaskan lagi bahwa anak asuh setelah lulus SMA harus dikuliahkan. “Gak onok critane panti ngedol tanah untuk membiayai anak kuliah,” ungkapnya.
Dia menambahkan perlunya pemetaan minat dan bakat anak sehingga bisa mengembangkan kemampuan anak. “Bila perlu didatangkan psikolog untuk mengetahui minat bakat mereka agar tidak keliru mengarahkan,“ tandasnya. (*)
Penulis Heri Siswanto. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.






0 Tanggapan
Empty Comments